Senin 10 Feb 2020 17:41 WIB

Harga Cabai di Solo Berangsur Turun

Turunnya harga dipicu stok cabai rawit yang mulai melimpah.

Harga cabai di Kota Solo, Jawa Tengah, berangsur turun (Foto: ilusterasi cabai)
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Harga cabai di Kota Solo, Jawa Tengah, berangsur turun (Foto: ilusterasi cabai)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Harga cabai di Kota Solo, Jawa Tengah, berangsur turun. Turunnya harga cabai seiring dengan melimpahnya pasokan komoditas tersebut di pasaran.

"Salah satunya cabai merah besar, dari harga Rp 60.000/kg sekarang Rp 55.000/kg," kata salah satu pedagang di Pasar Legi, Sari, di Solo, Senin (10/2).

Baca Juga

Bahkan untuk cabai rawit, kata Sari, saat ini sudah berada di level Rp 50.000/kg dari sebelumnya Rp 80.000/kg. Penurunan harga terjadi secara bertahap seiring dengan membaiknya hasil panen para petani.

"Kalau untuk cabai besar hijau dan cabai rawit putih harganya turun dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 20.000/kg," katanya.

Pedagang lain di Pasar Gede, Hastuti, mengatakan, untuk harga cabai rawit merah saat ini di kisaran Rp 60.000-65.000/kg. Angka ini turun dari Rp 100.000/kg.

"Sudah beberapa hari terakhir ini turunnya, yang paling kelihatan ya cabai rawit itu karena kan sebelumnya sampai Rp 100.000/kg, saya sampai diprotes pembeli," katanya.

Sementara itu, penurunan harga komoditas tersebut juga diikuti oleh beberapa komoditas lain, salah satunya bawang putih. Salah satu pedagang di Pasar Gede, Wahyuni mengatakan harga bawang putih jenis sinco turun dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 43.000/kg.

"Turunnya baru-baru ini, pekan lalu harganya masih Rp 50.000/kg. Mudah-mudahan segera normal lagi," katanya.

Harga bawang putih jenis kating juga mengalami penurunan harga, yaitu dari kisaran Rp 40.000-45.000/kg menjadi Rp 36.000/kg. Meski demikian, penurunan harga tersebut belum terjadi di Pasar Gede. Salah satu pedagang, Sisri, mengatakan saat ini komoditas tersebut masih di harga Rp 60.000/kg.

"Dari distributor belum menurunkan harga, jadi saya juga masih menggunakan harga Rp 60.000/kg itu," katanya.

Sebelumnya, kenaikan harga bawang putih terjadi seiring dengan isu dihentikannya pengiriman komoditas tersebut dari China akibat merebaknya wabah virus Corona. Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan terus mengupayakan agar pengiriman bisa tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kami menunggu pusat, harapannya kran impor tetap dibuka. Kalau sebetulnya dihentikan atau tidak saya juga kurang paham," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement