Senin 10 Feb 2020 15:44 WIB

Zulhas Daftar Caketum PAN di Kendari

Zulhas menyatakan dinamika jelang kongres yang pertarungannya keras adalah wajar.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
Foto: Dok PAN
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Zulkifli Hasan secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umun Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025. Pendaftaran ia lakukan di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, yang merupakan lokasi Kongres V, Senin (10/2).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengungkapkan, awalnya ia tak berniat untuk maju ke dalam kontestasi. Namun, ia menyebut 28 DPW PAN mendukungnya untuk maju sebagai calon ketua umum.

Baca Juga

"Datang ke kediaman saya, ketua dan sekretaris (DPW PAN) mendaulat dengan berbagai pertimbangan untuk saya bersedia mencalonkan diri," ujar Zulhas, Senin (10/2).

Menanggapi dinamika yang terjadi jelang pemilihan ketua umum, Zulhas mengganggap itu hal yang lumrah terjadi. Menurutnya, PAN adalah partai yang menganut demokrasi dan seluruh kader diharapkan mendukung ketua umum terpilih nantinya.

"PAN begitu selesai kongres bersatu lagi, kompak lagi. Boleh istilahnya Pak Amien itu smack down, kadang-kadang keras tarungnya, tapi begitu sudah selesai InsyaAllah PAN bersatu rukun kembali," ujar Zulhas.

Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto menyebut Zulhas sudah mengantongi lebih dari 300 suara. "Udah 350an," jawab singkatnya di lokasi Kongres V PAN.

Di sisi lain, calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap mengaku tak ingin mengklaim dukungan suara seperti yang diungkapkan calon lainnya. Tetapi, ia tetap optimistis menghadapi kontestasi di Kendari ini.

"Saya tidak mau nyebut angkalah, nanti angka kamu adu dengan angka sana nanti ke voter yang tadinya cuma 590 sekian bisa jadi seribu," ujar Mulfachri.

Selain itu, meski sebenarnya ia tak mendukung Kendari sebagai tuan rumah Kongres V PAN, Mulfachri berharap acara tersebut dapat berjalan dengan baik. Sebab, itu merupakan forum lima tahunan partai berlambang matahari itu untuk memutuskan hal-hal penting.

"Jadi satu dua piring pecah dalam sebuah perhelatan besar seperti ini, saya kira itu sesuatu yang masih masuk akal. Masih bisa diterima," ujar Mulfachri.

Berita Lainnya

Rekomendasi