Jumat 07 Feb 2020 18:40 WIB

Lakukan 3 Pelanggaran, The Great Asia Africa akan Ditutup?

The Great Asia Africa langgar aturan tata ruang, direkomendasikan ditutup sementara.

Objek wisata The Great Asia Africa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Objek wisata The Great Asia Africa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- The Great Asia Africa direkomedasikan untuk ditutup sementara. Objek wisata terbaru di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu disebut melanggar tata ruang yang ditetapkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Bobby Subroto di Kota Bandung, Jumat, mengatakan penutupan sementara objek wisata tersebut menjadi rekomendasi dari peninjauan ke lokasi. Menurutnya, The Great Asia Africa Lembang melanggar tiga aturan yang ditetapkan, yakni berkaitan dengan tata letak bangunan yang mana bangunan objek wisata tersebut berada di kawasan sempadan sungai.

Baca Juga

"Dia itu ada di dalamnya, harusnya itu tidak boleh kan. Kami itu di dalam rekomendasi itu dilarang dan itu ada di L1 (Kawasan Bandung Utara Zona L1 yakni kawasan lindung, sempadan sungai), kami sudah sampaikan ke teman-teman di Pemkab Bandung Barat tolong itu diperhatikan," kata dia.

photo
Objek wisata The Great Asia Africa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hal lain yang dilanggar ialah terkait tidak adanya bangunan untuk parkir kendaraan. Alhasil, keberadaan kawasan objek wisata tersebut sering membuat kemacetan, khususnya saat akhir pekan atau libur panjang.

"Kami sudah merekomendasikan lahan parkir, tapi itu tidak tersedia," kata dia.

Hal ketiga yang dilanggar oleh The Great Asia Africa Lembang adalah peletakan bangunan di kemiringan elevasi di atas 30 persen. Seharusnya, menurut Bobby, pembangunan atau bangunan tidak semasif itu.

"Harus disesuaikan lagi, kemudian juga ketinggian bangunan, karena kalau kita identifikasi ada di ketinggian 1.000 mdpl harusnya bangunan tidak boleh lebih dari tiga lantai," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Bobby, penutupan sementara dapat menjadi solusi jangka pendek terkait pelanggaran tersebut. Ia mengatakan, ada risiko jika objek wisata itu tetap beroperasi.

"Ya harus karena kalau tidak dilakukan, dengan cuaca seperti sekarang dan dengan bangunan-bangunan yang ada, di bawahnya bisa tergelincir, air bah. Kita enggak tahu soal fenomena alam, makanya kami sudah minta untuk segera dilakukan penutupan operasional dalam diskusi dengan Pemkab Bandung Barat," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement