Jumat 07 Feb 2020 14:40 WIB

Menkes: Pulau Khusus Penyakit Menular untuk Antisipasi

Pemerintah membahas tempat atau pulau khusus untuk penanggulangan penyakit menular.

Red: Nur Aini
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Foto: Republika/Wihdan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto menegaskan rencana penyiapan tempat khusus untuk penanggulangan penyakit menular bukan untuk sekarang, tetapi untuk antisipasi ke depan.

"Jadi, rapat hari ini 'brainstorming' (tukar pikiran), mendata semuanya, apa yang terbaik lah untuk ke depan. Bukan untuk sekarang," katanya di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Jumat (7/2).

Baca Juga

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat khusus membahas tempat atau pulau khusus untuk penanggulangan penyakit menular, seperti halnya virus corona. Mengenai penyiapan tempat khusus yang dikaitkan dengan kekhawatiran bahwa wabah virus corona bakal berkepanjangan, Terawan membantahnya.

"Yo ndak no, (wabah corona) nggak akan panjang. Nanti perubahan iklim juga berubah," katanya.

Terawan menyebutkan setidaknya ada 100 pulau yang dipetakan memungkinkan disiapkan sebagai tempat khusus itu, tetapi belum ada keputusan sama sekali karena masih rapat perdana.

"Hari ini kita ngobrol-ngobrol, kita bahas menjadi masukan buat Pak Menko untuk bagaimana ke depannya. Kita tidak ambil putusan apa-apa," ujarnya.

Hal yang jelas, mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Jakarta itu mengatakan seluruh aspek menjadi pertimbangan terkait penyiapan tempat khusus tersebut.

"Kita mempelajari segala aspek, biologi, politik, ekonomi, pertahanan, keamanan. Semua ditinjau. Jadi, ini 'brainstorming' aja," ujarnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD memimpin rapat membahas persiapan pulau atau tempat khusus untuk penanggulangan penyakit menular, seperti virus corona. Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait, antara lain Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Doni Munardo, Kapuskes TNI Mayjen Bambang DH.

Mahfud menjelaskan rapat itu merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Joko Widodo atas kemungkinan membangun satu tempat tertentu yang sifatnya eksklusif untuk penanggulangan penyakit menular.

"Pada 4 Februari lalu, Presiden memberi arahan segera dipikirkan kemungkinan membuat satu tempat tertentu yang sifatnya eksklusif dan dijadikan rumah sakit menanggulangi kalau ada penyakit menular seperti virus corona, SARS, dan sebagainya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement