Rabu 05 Feb 2020 19:46 WIB

Harga Bawang Putih di Makassar Naik

Harga bawang putih di Makassar capai Rp 50 ribu per kg.

Harga bawang putih mengalami kenaikan di Indonesia, termasuk di Makassar.
Foto: JOJON/ANTARA FOTO
Harga bawang putih mengalami kenaikan di Indonesia, termasuk di Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Harga bawang putih pada sejumlah pasar tradisional di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan mulai merangkak naik. Kenaikan harga karena kekurangan stok diduga imbas dari pembatasan impor akibat virus corona yang mewabah di China.

Dari pantauan di pasar induk tradisional Terong, Rabu (5/2), pedagang menyebut harga bawang putih mengalami kenaikan dari biasanya. Sebab, pasokan yang biasanya rutin masuk, kini berkurang bahkan ke depan akan bisa terjadi kelangkaan bila tidak dilakukan langkah antisipatif.

Baca Juga

Selain itu, bawang putih impor yang biasanya didatangkan dari negeri tirai bambu ini, harganya terus merangkak naik hingga dua pekan terakhir. Bahkan sudah menembus harga Rp 50 ribu per kilogram.

"Minggu lalu harganya masih Rp 35 ribu per kilogram, tapi sekarang naik Rp 50 ribu per kilogram. Barang kurang jadi harga naik," kata pedagang pasar Terong, Haji Ancu.

Pedagang lainnya, Ernawati menuturkan, kenaikan harga bawang putih yang diimpor dari China akibat kekurangan stok di gudang penyimpanan, sehingga berpengaruh pada penjualan di pasar tradisional. Selain itu, panjangnya jalur distribusi barang juga menjadi salah satu faktor pendukung, karena menambah biaya transportasi, sehingga harga bawang putih di pasar ikut berpengaruh.

"Harga bawang putih dari agen ke distributor berada di kisaran antara Rp 40 ribu-Rp 45 ribu per kilogram. Hingga sampai ke pedagang eceran dipasarkan sampai Rp 50 ribu per kilogram. Padahal harga sebelumnya Rp 37 ribu-Rp 40 ribu per kilogram," katanya.

Sementara pantauan di pasar Pa'beng-baeng, harga bawang putih juga mengalami kenaikan yang sama seperti di pasar Terong. Rata-rata pedagang menyebut menaikkan harga karena keterbatasan barang, dan arus mekanisme pasar.

"Iya, harganya naik dari biasanya. Barangnya (bawang putih) yang kurang. Begitu memang kalau barang kurang tentu harga naik, di mana mana aturannya memang begitu," sebut Saleh.

Kementerian Pertanian membatasi sementara masuknya bahan pangan dari China. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan pihaknya melakukan itu sebagai langkah antisipasi penyebaran virus berbahaya itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement