Selasa 04 Feb 2020 00:53 WIB

Sumur Resapan Setelah Revitalisasi Monas Dipindah

Sejumlah sumur resapan berada di kawasan selatan Monas yang sedang diperbaiki.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Friska Yolanda
Suasana revitalisasi Taman Plaza Selatan Monas yang diberhentikan di Jakarta, Rabu (29/1).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana revitalisasi Taman Plaza Selatan Monas yang diberhentikan di Jakarta, Rabu (29/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Revitalisasi Monas selain menebang 190 pohon di kawasan selatan juga mengubah posisi sumur resapan. Sebab, kawasan selatan yang saat ini dalam proses revitalisasi telah berubah fungsi setelah ditanah di kawasan selatan Monas di beton untuk dijadikan area plaza.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Isa Sanuri mengatakan sebelumnya ada lebih dari 100 sumur resapan di sekitaran kawasan Monas. Beberapa area sumur resapan, kata dia, termasuk di antaranya berada di kawasan selatan Monas yang sekarang sedang proses revitalisasi.

Karena terimbas proyek revitalisasi, posisi sumur resapan di selatan Monas nantinya akan dipindah. Sama halnya ketika 190 pohon yang ditebang di kawasan selatan Monas akan dipindah di kawasan lain. 

"Dipindah ke mana itu Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta," yang tahu," katanya kepada wartawan, Senin (3/2).

Pembuatan 100 sumur resapan di Monas ini mengacu Instruksi Gubernur (Ingub) 137 Tahun 2018 tentang pembangunan drainase sumur resapan di lahan Pemda DKI. Ukuran sumur resapan yang sudah di bangun di kawasan Monas sebelumnya memiliki lebar 80 centimeter hingga 1 meter dan kedalaman mulai dari tiga hingga empat meter. Kemudian lobang sumur dilakukan penutupan plat atasnya menggunakan beton.

Ia mengakui setelah proses revitalisasi Monas, nantinya area sumur resapan yang terdampak betonisasi akan diganti di area lain. Hal yang sama juga dilakukan, penanaman kembali setelah 190 pohon yang sudah ditebang. 

"Karena itu bagian dari pengembalian area resapan air di Monas," imbuhnya.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto menyatakan revitalisasi Monumen Nasional (Monas) adalah untuk mengembalikan fungsinya atau sesuai rancangan yang dirumuskan.

"Kita lihat, kami akan tata kembali supaya kawasan yang sebelumnya mungkin belum tertata dan rapih, akan kami rapihkan, akan kembalikan ke fungsinya, karena ini Taman Medan Merdeka," kata Heru.

Apa yang dikatakan Heru itu, mengacu soal revitalisasi sisi Selatan Monas yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat karena pembersihan sekitar 190 pohon. Heru menjelaskan dalam rancangan revitalisasi Monas, pohon-pohon tersebut memang tidak seharusnya berada di situ.

"Kemarin kalau ada pohon, itu posisinya di sini (sisi Selatan sebelah kanan dan kiri) jadi kami nggak bakal menebang di posisi yang memang tidak seharusnya. Jadi kami wujudkan rencana nya, supaya tertata semua, dengan harapan semua interaksi Jakarta ini bisa ada di Monas," ujarnya.

Meski kawasan selatan direvitalisasi saat ini, fungsi parkir dan ekonomi (Lenggang Jakarta) akan tetap ada. Fungsi parkir dan fungsi kaki lima akan tetap dipertahankan. Nantinya desain pohon-pohon itu bisa bertambah.

Sebelumnya, revitalisasi ini menimbulkan perhatian publik pasalnya ada sekitar 190 pohon di Monas sisi Selatan yang disebut dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat. Dikabarkan pohon-pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi Timur dan sebagian ke sisi Barat.

Nilai proyek revitalisasi Monas mencapai Rp 71,3 miliar. Dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran. Dua perusahaan yang menawar itu adalah Bahana Prima Rp 64,41 miliar dan PT Bagas Jaya Rp 66,3 miliar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement