Senin 03 Feb 2020 16:41 WIB

Pariwisata Batam Masih Normal di Tengah Ancaman Virus Corona

Singapura dan Malaysia menjadi penyumbang wisatawan asing terbesar bagi Batam.

Proses evakuasi WNI dari Wuhan, Hubei, China  di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ahad (2/2). Pariwisata Batam masih normal di tengah ancaman penyebaran virus corona.
Foto: Kementerian Luar Negeri RI
Proses evakuasi WNI dari Wuhan, Hubei, China di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ahad (2/2). Pariwisata Batam masih normal di tengah ancaman penyebaran virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Geliat pariwisata di Kota Batam, Kepulauan Riau, masih relatif normal di tengah merebaknya ancaman penyebaran virus corona jenis baru. Hingga kini belum ada informasi mengenai pembatalan rencana kunjungan wisman selain China ke Batam.

"Sampai sekarang masih normal," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinatadi Batam, Senin.

Baca Juga

Menurut Ardi, angka kunjungan wisman asal China jumlahnya tidak signifikan dibanding asal Singapura dan Malaysia. Dengan begitu, larangan kedatangan warga negara asal Negeri Tirai Bambu tidak akan terlalu berpengaruh pada angka kunjungan wisman ke Batam secara signifikan.

"Kunjungan wisatawan jelas ada fluktuasi, khususnya wisatawan asal China. Kalau dari jumlah, pasti ada pergerakan. Tapi yang ke Batam, terbesar masih dari Singapura dan Malaysia," kata Ardi.

Pemkot Batam, menurut Ardi, bekerja sama dengan pihak terkait akan menyusun strategi untuk mendongkrak angka kunjungan wisman, selain dari China. Strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara, masa tinggal pelancong, dan menggenjot devisa dari kunjungan wisman juga akan dibahas.

"Kami bekerja sama dengan pihak terkait, aktifkan kuliner, membuat kegiatan menarik seperti wisata halal, dan meningkatkan destinasi wisata. Kemudian mengupayakan agar wisatawan lebih lebih banyak membelanjakan uangnya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement