Senin 03 Feb 2020 16:00 WIB

Dinkes Sumsel Pantau Kondisi Mahasiswa dari China

Kondisi mahasiswa asal Sumsel yang kuliah di China dipantau selama 14 hari kedepan.

Karantina karena virus corona. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan terus memantau kondisi kesehatan mahasiswa asal daerah ini yang kuliah di China setelah mereka dipulangkan akibat merebaknya virus corona di negeri 'Tirai bambu' itu.
Foto: Republika
Karantina karena virus corona. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan terus memantau kondisi kesehatan mahasiswa asal daerah ini yang kuliah di China setelah mereka dipulangkan akibat merebaknya virus corona di negeri 'Tirai bambu' itu.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan terus memantau kondisi kesehatan mahasiswa asal daerah ini yang kuliah di China setelah mereka dipulangkan akibat merebaknya virus corona di negeri 'Tirai bambu' itu. "Kondisi kesehatan mereka terus dipantau selama 14 hari kedepan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini kepada wartawan di Palembang, Senin (3/2).

Dia mengatakan, semua mahasiswa asal Sumatera Selatan itu tidak perlu diisolasi karena tidak menunjukkan gejala yang aneh. Namun, kondisi kesehatan mereka terus dipantau.

Baca Juga

Pantauan dilakukan dengan mengerahkan petugas Puskesmas ke kediaman masing-masing mahasiswa. Selain itu, pihaknya terus berkomunikasi via telepon.

Kadinkes Sumsel juga mengajak semua pihak untuk bersama- sama mengantisipasi virus tersebut. Agar pencegahan dan penanggulangan bisa maksimal maka diperlukan kerja sama antarpihak terkait.

Sementara Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinkes Provinsi Sumsel, Yusri mengatakan, pihaknya terus melaksanakan pemantauan mahasiswa Sumsel tersebut. "Jadi kalau sakit atau suhu tubuh panas mereka langsung dibawa ke Puskesmas dengan menunjukkan kartu HAC itu. Jadi dengan demikian mereka cepat ditangani dan penanganannya juga berbeda," ujar dia.

Sebelumnya ada tujuh mahasiswa Sumsel asal China yang dipantau, namun setelah itu ada tambahan dua orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement