Sabtu 01 Feb 2020 21:43 WIB

Kabupaten Bogor Merugi Rp 1,58 Triliun Akibat Banjir

Khusus bangunan rumah ada sebanyak 1.092 unit rusak berat akibat banjir.

Foto udara  anggota tim SAR gabungan menggunakan alat penyemprot air untuk melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO
Foto udara anggota tim SAR gabungan menggunakan alat penyemprot air untuk melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Tim tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor merekap nilai kerugian akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat jumlahnya menembus angka Rp 1,58 triliun. Komandan insiden tim tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno menyebutkan nilai tersebut akumulasi dari berbagai kerusakan materil berupa rumah, bangunan sekolah, hingga kebutuhan tempat relokasi korban bencana.

"Rumah Rp 109 miliar, jalan Rp 62 miliar, jembatan Rp 23 miliar, jaringan listrik Rp 19 miliar, irigasi Rp 860 miliar, pertanian Rp 78 miliar, air bersih Rp 5,8 miliar, sekolah Rp 8 miliar, relokasi Rp 416 miliar," paparnya saat menyampaikan laporan akhir tanggap darurat bencana di Pendopo Bupati, Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (1/2).

Baca Juga

Cuaca buruk yang terjadi di awal tahun itu mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg. Sedangkan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri, dan Jasinga.

Hasil rekap terakhirnya, khusus bangunan rumah ada sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan, bangunan masjid sebanyak 10 unit rusak berat, dan 15 unit rusak ringan. Bangunan sekolah sebanyak 5 unit rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 3 unit rusak ringan, serta bangunan jembatan sebanyak 80 unit rusak berat dan dua unit rusak ringan.

Kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang. Tiga orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan.

Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya di tempat yang sama menyebutkan bahwa meski masa tanggap darurat bencana sudah selsai, tapi pasukan TNI akan terus membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan pemulihan.

"Ke depan, dalam memasuki tahap rehabilitasi, tentunya kami TNI memiliki tugas membantu pemerintah daerah. Rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tugas pokok kami nantinya," ujarnya yang juga merupakan penanggung jawab tim tanggap darurat bencana Kabupaten Bogor.

Menurut dia, pelaksanaan tanggap darurat bencana di Kabupaten Bogor yang sudah berlangsung selama satu bulan berjalan cukup baik. "Tahapan tanggap darurat itu bagaimana petugas melaksanakan evakuasi, sudah dilaksanakan itu sangat bagus sekali, kemudian pencarian terhadap korban, kemudian pemenuhan kebutuhan pokok, penampungan sementara, kemudian akses jalan secara umum sudah terbuka," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement