Jumat 31 Jan 2020 02:25 WIB

Jembatan Antardesa di Malang Ambruk oleh Banjir Lumpur

Tidak ada korban jiwa dari runtuhnya jembatan ini.

Jembatan runtuh (ilustrasi). Jembatan antardesa di Kabupaten Malang ambruk oleh banjir lumpur.
Foto: Antara/Jafkhairi
Jembatan runtuh (ilustrasi). Jembatan antardesa di Kabupaten Malang ambruk oleh banjir lumpur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jembatan penghubung antara Desa Gadingkulon dan Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ambruk diterjang banjir lumpur, Kamis (30/1), kurang lebih pukul 16.30 WIB. Kasubbag Humas Polres Malang Ipda Nining Husumawati mengatakan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait lainnya saat ini masih melakukan pendataan.

"Satu jembatan putus akibat banjir lumpur di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Korban jiwa nihil," kata dia saat dikonfirmasi Antara di Malang, Kamis.

Baca Juga

Banjir lumpur juga menyebabkan perkebunan jeruk di wilayah Kecamatan Dau terdampak.  Kepolisian Resor Malang menutup akses jalan akibat runtuhnya jembatan tersebut. Para pengguna jalan menuju Dusun Krajan, Desa Gadingkulon dan Dusun Selokerto, Desa Selorejo, dialihkan dari Dusun Krajan menuju Dusun Gadingkulon.

Polsek Dau bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dan relawan telah ke lapangan untuk penanganan awal kejadian tersebut.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang dua desa di Kabupaten Malang, yakni Desa Tegalweru Desa Petungsewu, Kecamatan Dau pada Jumat (24/1). Air dari sungai yang melintasi dua desa tersebut meluap ke jalan, dan sempat menyeret beberapa pengendara sepeda motor yang tengah melintas. Tercatat, lima kendaraan bermotor roda dua yang hanyut dan dua orang mengalami luka-luka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement