Kamis 30 Jan 2020 06:13 WIB

RSUP M Djamil Padang Siapkan Ruang Isolasi Antisipasi Corona

RSUP M Djamil juga menyiagakan 10 orang dokter spesialis untuk rujukan akibat corona.

Rep: febrian fachri/ Red: Friska Yolanda
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang menyiapkan 6 ruangan isolasi bila mendapat rujukan pasien yang terjangkit virus corona. Direktur Utama RSUP M Djamil Yusirwan mengatakan selain ruangan, RSUP M Djamil juga melengkapi dengan peralatan medis yang memadai.

"Kita sudah siapkan ruangan isolasi untuk penyakit-penyakit menular termasuk untuk novel corona virus ini," kata Yusirwan, Rabu (29/1).

Baca Juga

Yusirwan menambahkan RSUP M Djamil juga menyiagakan 10 orang dokter spesialis dan tim pendukung yang siap siaga 24 jam untuk antisipasi rujukan novel corona virus. Dokter spesialis di antaranya spesialis penyakit dalam, penyakit anak, spesialis bedah, ICU, anastesi dan lain-lain.

Yusirwan meminta semua warga masyarakat agar proaktif mengantisipasi penularan novel corona virus agar tidak menjatuhkan lebih banyak korban. "Misalnya ada orang-orang terdekat, keluarga, tetangga yang ada gejala dan diketahui baru saja kontak dengan penderita (novel corona virus), laporkan ke kami," ujar Yusirwan.

Yusirwan mengatakan pihaknya selalu menyiagakan ruangan isolasi setiap kali ada penyebaran virus-virus berbahaya. Hal yang sama juga dilakukan RSUP M Djamil ketika mewabahnya virus SARS, Mers CoV, glu burung, flu babi dan semacamnya.

Pihaknya menyiagakan ruangan dan penanganan isolasi supaya menenangkan masyarakat dari rasa khawatir. Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil, Gustavianof menjelaskan ruangan isolasi di RSUP M Djamil dalam kondisi sangat steril. 

Ruangan tersebut memiliki tiga lapis pintu masuk. Selama ini, Gustavianof melihat M Djamil sudah berpengalaman menangani pasien yang terjangkit virus berbahaya.

"Peralatan kami cukup, dulu pernah menanggani flu burung. Sekarang alat itu masih disiagakan berikut dengan peralatan lainnya," kata Gustavianof.

Gustavianof menjelaskan pekan lalu RSUP M Djamil baru saja menerima rujukan seorang pasien yang baru saja kembali dari perjalanan ibadah umrah di Arab Saudi. Pasien tersebut diduga terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (MERS-CoV). Pasien tersebut menurut Gustavianof masih dalam perawatan.

"Untuk satu pasien yang pulang dari Arab Saudi diduga terpapar, masih dalam perawatan. Secara umum kondisinya terus membaik, kami masih menunggu hasil laboratorium Litbangkes untuk mengetahui positif atau negatif," ucap Gustavianof.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement