Senin 27 Jan 2020 22:48 WIB

Warganet Diminta tak Melucu Soal Korban Virus Corona

Latar belakang kebencian jangan justru bercanda soal corona.

Pekerja menyemprotkan desinfektan di ruang tunggu Stasiun Nanchang City, Provinsi Jiangxi, China.
Foto: Hu Guolin/EPA EFE
Pekerja menyemprotkan desinfektan di ruang tunggu Stasiun Nanchang City, Provinsi Jiangxi, China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengajak warganet untuk tidak melucu terkait berbagai soal virus corona yang mematikan karena sudah banyak jatuh korban. Menurut dia, menggiring isu corona sebagai bercanda karena bertentangan dengan nilai Pancasila sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab atau tentang humanitas.

"Sebuah negara warganya banyak yang meninggal, keluarganya berduka, dunia ketakutan. Mengapa masih ada yang menyebar meme meledek, melaknat bahkan bikin pengumuman dengan bahasa Mandarin untuk lucu-lucuan?" kata Hariqo kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/1).

Baca Juga

Ia mengatakan latar belakang kebencian jangan justru bercanda soal corona dengan banyak warga China yang menjadi korban. "Diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan, sebab kesimpulan yang buru-buru bisa menyakiti orang lain di media sosial," katanya.

Untuk itu, Hariqo mengimbau agar pengguna media sosial lebih hati-hati dan sensitif, membaca banyak berita dan tidak mengandalkan informasi dari media sosial dan WhatsApp saja. Hariqo juga menyayangkan konten-konten tak beradab di tengah kematian manusia yang terus berjatuhan.

Dia mencontohkan salah satu warganet yang memposting di media sosialnya demikian, "Gong Xi Fa Cai! Apakah di Tiongkok pas angpao dibuka isinya virus corona?”

"Virus kebencian lebih berbahaya dari virus corona. Hanya karena satu berita, di antara kita langsung menyimpulkan... Musibah apapun banjir, gempa, utamakanlah empati pada korban, bukan dipolitisasi," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement