Kamis 23 Jan 2020 06:26 WIB

Menyeruput Kesegaran Es Buto Ijo

Es Buto Ijo dapat dinikmati di Kedawung, Sragen.

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar
 Es Buto Ijo.
Es Buto Ijo.

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM - Cuaca yang panas memang enaknya menyantap minuman yang seger-seger. Salah satu jenis minuman yang segar adalah es buto ijo.

Tak perlu takut mendengar nama es buto ijo. Tak seseram namanya, es buto ijo ini berasa manis dan menjadi penawar haus yang menyegarkan.

Nama es buto ijo ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, termasuk Sragen. Salah satunya adalah es buto ijo milik Ny Kamto (57) asal Wungurejo, Mojodoyong, Kedawung, Sragen.

Kamto  memilih lokasi di pertigaan Batu Jamus, Kerjo, Karanganyar untuk berjualan es buto ijo. Tanpa mengenal hari libur, Kamto berjualan setiap hari, mulai dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Pada hari-hari biasa, Ny Kamto dibantu oleh suaminya. Namun saat memasuki bulan puasa, waktu jualan sedikit bergeser sampai sore atau petang hari.

Yen pas pasa kula direncangi lare-lare (kalau bulan puasa, saya dibantu anak-anak-red),” ujar Kamto saat bincang-bincang dengan Joglosemarnews.

Selaras dengan namanya “ijo” atau hijau, es tersebut dominan warna hijau menyegarkan. Setiap hari memang selalu membawa rezeki, namun Kamto mengakui, hari Ahad biasanya lebih ramai dibanding hari biasa.

Ning nggih tetep gumantung kahanan. Yen udan nggih sami mawon (tapi ya tetap tergantung cuaca. Kalau hujan ya sama saja-red),” ujarnya.

Kamto menuturkan, rasa manis es buto ijo merupakan perpaduan antara sirup, air, gula, dan susu. Dalam satu porsi, es buto ijo mengandung buah melon yang manis dan bervitamin, bubur mutiara yang gurih dan biji selasih.

warna dominan hijau pada es buto ijo ini tampak menyegarkan / dewi nopitaningrum

Adonan itu masih ditambah dengan jelly, nata de coco dan rumput laut, sehingga mebuat perpaduan rasa yang nikmat. Satu porsi es buto ijo dijual dengan harga Rp 5.000 saja, sehingga sangat terjangkau kantong. Tidak heran jika banyak pembeli berdatangan, dari tua sampai dengan yang muda.

Mereka sabar mengantre untuk mendapatkan nikmat dan segarnya es buto ijo. “Bedanya dengan yang lain, di sini menggunakan sirup herbal yang terbuat dari daun suji, sehingga memiliki rasa yang khas,”  ujar Ny Kamto.

Salah satu pembeli, Sri (31) mengakui segarnya es buto ijo racikan Ny Kamto. Selama bepergian, ia sudah dua kali itu mampir di warung es milik Ny Kamto.  

“Manisnya pas banget, enak diminum saat panas-panas seperti ini. Harganya juga nggak mahal-mahal amat,” ujarnya kepada Joglosemarnews.

Ny Kamto sadar betul, bisnis minuman tergantung pada kualitas rasa, higienitas dan pelayanan. Karena itu, ia wanti-wanti pada diri sendiri untuk menjaga kualitas. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan pengolahan dan menghindari bahan pengawet. Resep itulah rupanya yang membuat warung es buto ijo milik Ny Kamto masih awet bertahan hingga saat ini. dewi nopitaningrum

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement