REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Produksi sampah di Kota Sukabumi per bulannya mencapai sekitar 173 ton per bulan. Dari jumlah tersebut sekitar 10 ton diantaranya merupakan sampah plastik.
''Dari sekitar 173 ton volume sampah setiap harinya di kota kita, 10 ton diantaranya adalah sampah plastik,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan, Kamis (9/1). Sehingga menjadi tugas bersama untuk terus berupaya menguranginya.
Salah satunya adalah dengan membiasakan membawa kantong sendiri saat berbelanja. ''Kalau ini dilakukan bersama, Insya Allah akan sangat berdampak pada pengurangan volume sampah yg ada saat ini,'' ujar Fahmi.
Oleh karena itu, pemkot Sukabumi mengeluarkan Perwal Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Di mana aturan ini efektif berlaku pada 2020.
''Sosialisasi perwal ini terus digencarkan kepada masyarakat,’’ ujar Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Eneng Rahmi. Ketentuan ini dinilai efektif dalam menekan sampah plastik.
Terlebih saat ini sebagian besar sampah di Sukabumi berasal dari plastik. Di mana per harinya produksi sampah mencapai 173 ton per hari.
Di sisi lain, Kabupaten Sukabumi juga berupaya menekan sampah plastik. Hal ini dilakukan karena sampah plastik merupakan sampah yang paling lama terurai.
"Kami kini tengah menggalakan pengurangan penggunaan kantong plastik,’’ ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska kepada wartawan. Upaya ini digulirkan dengan mengacu pada Perbup Nomor 81 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib dan Asri
Strategi pengelolaan kebersihan melalui Sukabumi Bestari ini kata Denis, merupakan gerakan untuk menjalin sinergitas antara perangkat daerah pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sukabumi. Khususnya di dalam melakukan pengelolaan di bidang kebersihan lingkungan.