Kamis 09 Jan 2020 07:36 WIB

Omzet Pengelola Wisata Bekasi Terjun Bebas Akibat Banjir

Jumlah pengunjung objek wisata di Bekasi turun drastis akibat banjir saat tahun baru.

Omzet Pengelola Wisata Bekasi Terjun Bebas Akibat Banjir. Sejumlah warga berjalan di dekat mobil yang rusak pascabanjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Jawa Barat.
Foto: Republika/Prayogi
Omzet Pengelola Wisata Bekasi Terjun Bebas Akibat Banjir. Sejumlah warga berjalan di dekat mobil yang rusak pascabanjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Pengelola bisnis pariwisata di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengeluh rugi akibat bencana banjir yang melanda wilayah itu sejak malam pergantian tahun.

"Omzet kami terjun bebas, harapan meraup keuntungan besar saat libur pergantian tahun pun kandas," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bekasi, Sarman Faisal, Kamis (9/1).

Baca Juga

Hal itu disebabkan jumlah pengunjung objek wisata yang menurun drastis, padahal pengelola memperkirakan jumlah kunjungan saat momentum libur awal tahun bakal meningkat sedikitnya hingga tiga kali lipat. Prediksi itu didasari masa libur panjang sekolah hingga dua pekan serta pemberlakukan cuti bersama yang dinilai dapat menstimulus kunjungan wisata bersama keluarga.

"Prediksi itu justru berbanding terbalik. Hujan yang mengguyur Kabupaten Bekasi di malam pergantian tahun serta banjir yang merendam di hampir separuh wilayah membuat tempat wisata sepi pengunjung," ujarnya.

photo
Bocah bermain di halaman Masjid yang tergenang banjir rob di Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah kunjungan wisatawan saat libur tahun baru kemarin anjlok hingga 90 persen. "Jadi hitungannya biasa ada 1.000 orang yang datang ini cuma 100 orang, turunnya jauh. Penurunan ini bukan dibanding dengan prediksi kami yang mencapai tiga kali lipat tapi dibandingkan kunjungan pada libur reguler, Sabtu atau Ahad," kata Sarman.

Anjloknya jumlah kunjungan tempat wisata karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Hujan lebat membuat warga mengurungkan niat pergi berwisata. Selain itu, saat banjir banyak permukiman warga yang terendam.

"Boro-boro liburan. Orang rumahnya saja kebanjiran. Kalaupun nggak kebanjiran, ya akses jalannya yang banjir," kata Sarman.

Ia mencatat ada 11 Pokdarwis di sembilan kecamatan se-Kabupaten Bekasi yang mengeluh karena kunjungan wisatawan anjlok. "Seperti dua Pokdarwis di Muara Gembong. Ada dua lokasi wisata di sana. Lokasinya nggak banjir tapi akses ke sananya yang susah," ucapnya.

Selain di Muara Gembong, lokasi lain yang juga sepi pengunjung di antaranya Gedung Juang 45 Tambun, Jembatan Cinta Tarumajaya, hingga Situ Binong di Cikarang Pusat. "Itu semuanya masuk ke Pokdarwis yang merasakan kondisinya lagi prihatin sekarang," katanya.

Sarman yang juga pengelola Taman Bunga Matahari Bekasi mengaku lokasi wisatanya pun turut mengalami penurunan pengunjung. Akibat penurunan jumlah kunjungan, Pokdarwis mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 1 miliar.

"Kalau dihitung dari dua minggu liburan ini, dari biasanya ada 2.000 pengunjung ini cuma sekitar 100 orang. Kalau hitung semua Pokdarwis, pendapatan yang hilang bisa Rp 1,1 miliar. Itu dihitung keseluruhan seperti tiket masuk, wahana, makanan minuman sampai parkir," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement