Rabu 08 Jan 2020 14:34 WIB

Pramono: Pengiriman Nelayan ke Natuna Dilakukan Bertahap

Pemerintah ingin Natuna digunakan sebagai homebase pusat pasar ikan ekspor.

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan program pengiriman 120 nelayan dari pantai utara Pulau Jawa (Pantura) ke perairan Natuna bukan yang pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, para nelayan Jawa tersebut sudah dikirim secara bertahap ke perairan Natuna.

“Program mengirim nelayan dari Jawa ini bukan baru pertama ini. Sudah dilakukan sebelumnya secara bertahap,” ujar Pramono di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (8/1).

Baca Juga

Pramono mengatakan, Laut Natuna sangat kaya dengan hasil ikan. Karena itu, pemerintah juga ingin agar Natuna digunakan sebagai homebase pusat pasar ikan ekspor Indonesia.

“Presiden meminta kepada menteri KKP, baik yang dulu maupun sekarang, agar Natuna itu digunakan sebagai homebase untuk pasar ikan Indonesia keluar,” ucapnya.

Dalam kunjungan Presiden ke Natuna hari ini, rencananya Jokowi juga akan bertemu dengan ratusan nelayan. Ia juga akan meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan mengirim 120 nelayan dari pantai utara Pulau Jawa (Pantura) ke perairan Natuna. Nelayan-nelayan itu sudah mendatangi Kemenko Polhukam pada Senin (6/1) untuk mendapatkan pengarahan dari pemerintah.

Pengiriman nelayan-nelayan tersebut merupakan salah satu upaya dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia, terutama di Natuna yang sedang berpolemik karena adanya klaim Cina atas wilayah tersebut. Sehingga ada aktivitas nelayan Indonesia di Natuna.

"Kami mau memobilisasi nelayan-nelayan dari Pantura dan mungkin pada gilirannya dari daerah-daerah lain di luar Pantura untuk beraktivitas kekayaan laut, mencari ikan dan sebagainya di sana (Natuna)," ujar Mahfud, Senin.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi