Rabu 08 Jan 2020 00:14 WIB

Khofifah Tinjau Penanganan Banjir di Mojokerto dan Gresik

Bencana banjir melanda beberapa lokasi di Mojokerto dan Gresik.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andri Saubani
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.
Foto: Dokumen.
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berencana meninjau penanganan bencana di Mojokerto dan Gresik, Rabu (8/1). Rencana ini diungkapkan Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai di Surabaya, Selasa (7/1).

Menurut Aries, rencana peninjauan ini disampaikan Khofifah melalui pesan singkat kepadanya. Media penyampaian ini dipilih karena Khofifah tengah melaksanakan ibadah umrah sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga

"Beliau tiba di Juanda akan langsung melakukan peninjauan di beberapa titik lokasi," jelasnya dalam keterangan pers yang diterima Republika, Selasa (7/1).

Titik peninjauan pertama Khofifah berada di Pintu Dam Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Empat pintu di lokasi tersebut dilaporkan jebol beberapa waktu lalu. Kondisi ini akibat debit air Kali Sadar yang meningkat sehingga terseret tanaman enceng gondok.

 

"Pada kejadian ini tidak terdapat korban jiwa," ucap dia.

Selanjutnya, Khofifah akan menantau lokasi banjir luapan yang diakibatkan meluapnya Kali Lamong. Menurut Aries, terdapat dua desa di Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto yang terendam banjir, Selasa (7/1). Dua desa tersebut antara lain di Dusun Klanting, Desa Pulorejo dan Dusun Balong, Desa Banyulegi.

Luapan banjir di Dusun Klanting, Desa Pulorejo mengakibatkan sejumla rumah warga tergenang air antara 20 sampai 30 centimeter (cm).  Persawahan dengan luasan 20 hektare (ha) di dusun tersebut juga harus mengalami serupa.

Sementara di Dusun Balong, Desa Banyulegi terjadi genangan air sekitar 20 hingga 25 cm di jalan perkampungan. Kemudian genangan sekitar 10 sampai 20 cm pada 12 rumah warga.

"Lalu persawahan tergenang seluas 25 Ha," jelasnya.

Seusai meninjau banjir di Kabupaten Mojokerto, Khofifah akan menuju di Kabupaten Gresik. Daerah ini mengalami banjir yang diakibatkan hujan intensitas tinggi pada Senin (6/1). Tersumbatnya drainase/selokan mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik.

Menurut Aries, peninjauan Gubernur Jatim ini bagian dari langkah pemerintah menanggulangi bencana. Jatim ingin secara masif dan terencana mengantisipasi hal-hal yang sifatnya butuh penanganan cepat. "Dan langsung melakukan respon secara bersama-sama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement