Selasa 07 Jan 2020 02:02 WIB

Dai Milenial Program Utama KDK MUI Jatim

Da'i milenial itu merupakan generasi yang akan meneruskan dakwah ulama.

Musyawarah Kerja Komite Dakwah Khusus MUI Propinsi Jawa Timur digelar Sabtu kemarin.
Foto: Dok KDK MUI Jawa Timur
Musyawarah Kerja Komite Dakwah Khusus MUI Propinsi Jawa Timur digelar Sabtu kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musyawarah Kerja Komite Dakwah Khusus MUI Propinsi Jawa Timur digelar Sabtu kemarin. Menurut Ketua Umum KDK Propinsi Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan bahwa musyawarah kerja sebagai tindak lanjut pengurus KDK yang telah dikukuhkan, Sabtu 28 Desember 2019.

" Program prioritas KDK MUI Jatim adalah diklat da'i milenial.  Da'i milenial itu merupakan generasi yang akan meneruskan perjuangan dakwah para ulama, karenanya menjadi penting saat ini kami menyiapkan bekal pada da'i milenial," Ujar KH. Imam Mawardi Ridlwan, Ketua KDK MUI Jatim.

Diklat da'i milenial dapat diikuti oleh perwakilan para mahasiswa, utusan pesantren, dan utusan MUI kota atau kabupaten di Jatim. Pelaksanaan program utama setiap dua bulan.

Angkatan pertama pada bulan Pebruari 2020 akan dilaksanaaken di Hotel Syariah Rado Jl. Kawi Malang. Angkatan kedua pada bulan April dilaksanakan di Hidayatullah Kejawan Surabaya. Angkatan ketiga di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah (KH. Mahfudz Syaubari) Pacet Mojokerto pada Juni.

Angkatan keempat pada bulan Agustus kerja sama dengan PW Muhammadiyah Jawa Timur. Angkatan kelima pada bulan Oktober di IKADI Jawa Timur dan angkatan keenam sebagai penutup tahun pada bulan Desember 2020 bersinergi dengan Al Irsyad Jawa Timur.

"Salah satu tujuan penggemblengan dai-dai milenial untuk mengimbangi masifnya pengaruh media sosial, khususnya di kalangan anak muda," ungkap KH. Imam Mawardi Ridlwan, yang juga pengasuh siaran Islam Radio Samara Tulungagung.

KDK MUI Jatim juga berencana menciptakan Bina Kampung Mandiri, ini harus bersinergi dengan Ormas Islam, pondok pesantren, lembaga dakwah, dan lembaga zakat. Di samping itu, perlunya melakukan advokasi dan pembinaan TKI/TKW. Mereka ini juga harus menjadi konsentrasi gerakan dakwah.

Karenanya, KDK juga akan membuat peta dakwah, mapping dakwah, menerbitkan Buku Panduan. Semua itu akan menyasar semua lapisan, termasuk komunitas dan media sosial, yang sekarang begitu massif mempengaruhi pola pikir masyarakat luas.

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi