Kamis 02 Jan 2020 22:29 WIB

Gubernur Banten Apresiasi Penanganan Banjir di Lebak

Pemerintah selalu hadir memprioritaskan penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

Sejumlah warga melihat kondisi jalan yang longsor akibat terkena terdampak banjir bandang di Desa Lebak Gedong Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020).
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Sejumlah warga melihat kondisi jalan yang longsor akibat terkena terdampak banjir bandang di Desa Lebak Gedong Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID,  LEBAK -- Gubernur Banten Wahidin Halim mengapresiasi penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak yang begitu cepat sehingga tidak banyak korban jiwa. "Kami menyaksikan penanganan bencana banjir bandang di Lebak cukup baik," kata Wahidin saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Kamis (21/1).

Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja maksimal untuk penanganan bencana banjir bandang, di antaranya langkah-langkah penyelamatan evakuasi. Selain itu juga pendistribusian logistik juga pendirian posko kesehatan di tempat pengungsian korban bencana alam.

Baca Juga

Pemerintah selalu hadir juga memprioritaskan untuk penanganan masyarakat yang terdampak bencana alam. "Kami siap membantu warga korban bencana banjir bandang,terutama warga yang rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati. Dan, kami akan merumuskan secara bersama dengan Pemkab Lebak," ujar Wahidin.

Ia mengatakan pihaknya dalam waktu dekat juga akan membangun jembatan dan jalan yang rusak akibat banjir bandang. Sebab, di wilayah bencana tersebut terdapat kewenangan provinsi. Namun, pemerintah Banten juga akan membantu kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kabupaten Lebak.

Pada prinsipnya, kata dia, pemerintah Banten akan melaksanakan perbaikan akibat bencana melalui anggaran yang masuk kategori jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek akan direalisasikan pengoperasian kembali jaringan listrik dan penyaluran logistik, makanan, selimut, pakaian dan obat-obatan.

Banjir yang melanda Lebak dan Tangerang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). "Kami siap menetapkan kejadian luar biasa (KLB), SK (surat keputusan) atas bencana banjir yang terjadi di Lebak dan Tangerang," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi melaporkan tiga warga meninggal dunia, 2.167 rumah tergenang, 306 rumah rusak berat dan 274 rumah rusak ringan. Ketiga warga yang meninggal dunia akibat terseret Sungai Ciberang yaitu Uding, Arsad dan Rizki. "Semua warga korban jiwa itu warga Lebak Gedong," ujarnya menjelaskan.

 

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement