Kamis 02 Jan 2020 13:17 WIB

Sungai Martapura Banjarmasin Diserbu Sampah

Sungai Martapura di Kota Banjarmasin kembali menghadapi serbuan sampah

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sungai yang dipenuhi enceng gondok. Ilustrasi.
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Sungai yang dipenuhi enceng gondok. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Bagian Sungai Martapura di Kota Banjarmasin kembali menghadapi serbuan sampah. Akibatnya sebagian area sungai tertutup sampah yang utamanya meliputi enceng gondok serta ranting dan batang pohon.

Sampah-sampah yang mengalir ke Sungai Martapura membentuk tumpukan serupa pulau di bawah Jembatan Pangeran Antasari. Tumpukan sampah mengganggu lalu lintas transportasi di sungai tersebut.

Baca Juga

Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Hizbul Wathoni di Banjarmasin, Kamis (2/1), mengatakan bahwa sampah yang mulai masuk ke Sungai Martapura Banjarmasin sejak dini hari berasal dari kawasan hulu sungai. "Jadi ini sampah kiriman dari bagian hulu di sungai, jenisnya eceng gondok bercampur ranting dan batang kayu," katanya.

"Karenanya, pagi-pagi usai rapat koordinasi, kita turunkan pasukan turbo untuk penanganan cepat," ia menambahkan. Dinas mengerahkan lima kelompok pasukan turbo, pasukan pembersih sungai dan drainase, untuk membersihkan sampah yang memenuhi Sungai Martapura yang diperkirakan beratnya mencapai puluhan ton.

"Hingga pukul 11.00 WITA, kita sudah dapat menangani sekitar setengah sampah yang terpampang itu sehingga transportasi sungai bisa lewat," kata Hizbul. "Yang tidak memungkinkan kita angkat, kita uraikan," jelasnya.

Ia menjelaskan, pembersihan sampah Sungai Martapura pada Kamis terpaksa dilakukan secara manual karena masa sewa kapal sapu-sapu Pemerintah Kota dan Balai Sungai habis pada akhir 2019. "Secara pribadi ada kita minta bantuan untuk kapal sapu-sapu membantu, dan pemiliknya menyetujui mau membantu," katanya.

Pemerintah Kota Banjarmasin, menurut dia, juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota terkait untuk mengatasi masalah sampah di Sungai Martapura.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement