Kamis 02 Jan 2020 13:13 WIB

Banjir Bandang di Lebak Mulai Surut

Masyarakat mulai membersihkan kondisi rumah yang penuh lumpur dan sampah.

Banjir Bandang di Kabupaten Lebak, Banten
Foto: Humas Pemkab Lebak
Banjir Bandang di Kabupaten Lebak, Banten

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten mulai surut. Masyarakat mulai membersihkan kondisi rumah yang penuh lumpur dan sampah berserakan.

"Kami beruntung kondisi rumah tidak rusak akibat banjir bandang itu," kata Mimih, warga Sajira Timur Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Kamis (2/1).

Baca Juga

Banjir bandang yang menerjang perkampungan di wilayahnya itu hanya 13 rumah yang mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Sebab, lokasi perkampungan warga hanya beberapa meter dengan aliran Sungai Ciberang.

Sebagian masyarakat yang rumahnya tidak mengalami kerusakan melakukan kebersihan, karena sampah berserakan dan lumpur. Namun, mereka belum berani untuk kembali ke rumah masing-masing, karena curah hujan masih berpeluang terjadi.

"Kami berani kembali ke rumah setelah ada rekomendasi dari BPBD setempat," katanya.

Tokoh masyarakat Sajira Juli mengatakan saat ini masyarakat yang terdampak banjir bandang yang lebih parah di Kampung Bolang sebanyak 90 rumah dan Kampung Cimenteng 33 rumah Desa Calungbungur Kecamatan Sajira terendam banjir 100 persen.

Namun, masyarakat saat ini melaksanakan gotong royong setelah kondisi air surut. "Semua warga melakukan kebersihan agar tidak ada tumpukan sampah maupun lumpur," katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias mengatakan sebagian besar warga yang terdampak banjir bandang di enam kecamatan sudah melakukan kebersihan karena banjir sudah surut. Mereka masyarakat secara bergotong royong melakukan kebersihan dengan menggunakan peralatan seadanya.

Kendati demikian, masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih berpotensi melanda wilayah Kabupaten Lebak. "Kami memfokuskan pendistribusian logistik ke titik-titik pengungsian, karena hingga kini warga masih bertahan di pengungsian, meski sebagian sudah membersihkan rumah miliknya," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement