Rabu 25 Dec 2019 18:46 WIB

Bus Sriwijaya Sempat Mogok Sebelum Kecelakaan di Pagaralam

Hingga Rabu sore jumlah korban meninggal kecelakaan Bus Sriwajaya berjumlah 34 orang.

Rep: Mursalin Yasland, Antara/ Red: Andri Saubani
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).
Foto: Antara/Dok Basarnas Palembang
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bus Sriwijaya mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam jurang jurang Liku Lematang, Pagaralam, Sumatra Selatan (Sumsel) pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga Rabu (25/12), jumlah korban meninggal diumumkan sebanyak 34 orang.

Penumpang yang selamat menceritakan bus dari Bengkulu tujuan Palembang tersebut sempat tabrakan kecil dan mogok sebelum masuk jurang. Faisal (36 tahun), warga Kota Pagaralam yang menemui korban selamat Hasanah (52) di RSUD Basemah Pagaralam, menuturkan kisah bus BD 7031 AU sebelum kejadian pada Senin (23/12) pukul 23.12 WIB tersebut.

Baca Juga

Menurut Hasanah, seorang ibu yang naik bus dari Bengkulu, bus PO Sriwijaya sempat bertabrakan kecil (bersenggolan) dengan mobil travel di Pendopo. Sembari mnyelesaikan kasus tabrakan ringan tersebut, penumpang bus turun dan beristirahat di rumah makan.

“Setelah bertabrakan ringan, terjadi perdamaian sopir bus dan travel. Tak lama bus berangkat lagi melanjutkan perjalanan ke Palembang,” kata Faisal, menirukan ucapan Hasanah, Rabu (25/12).

Setelah berjalan, sebelum menuju jurang Liku Lematang, bus sempat mogok dan berhenti sejenak. Belum jelas kedudukan masalah pada bus tersebut, dan penumpang kembali turun. Tak berapa lama, bus berangkat lagi melanjutkan ke Palembang.

Tak terbayangkan sebelumnya bagi Hasanah kejadian tersebut, membuat bus PO Sriwijaya masuk jurang Liku Lematang di Desa Perahu Dempo, Kota Pagaralam, Sumsel. Hasanah masih mengingat kejadian Senin malam itu, saat ban bus tergelincir di sisi aspal dan meluncur masuk jurang.

Ia menuturkan, saat itu banyak penumpang yang kelelahan dan tertidur pulas. Ketika bus masuk jurang banyak yang kaget dan mengucapkan takbir. Namun, benturan dalam bus yang menukik menuju Sungai Lematang, membuat banyak penumpang yang meninggal.

Selain itu, banyaknya korban yang meninggal karena separuh badan bus masuk sungai, dan penumpang terkurung tak bisa keluar. Sedangkan penumpang lainnya yang bisa keluar terbawa arus sungai.

photo
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

Sebanyak tiga korban yang baru ditemukan dalam evakuasi Bus Sriwijaya pada hari kedua, Rabu, belum diketahui identitasnya dan saat ini masih menunggu penyelidikan Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut keterangan Basarnas Palembang, tiga korban yang ditemukan itu baru diketahui jenis kelamin semuanya wanita.

Korban yang ditemukan tersebut baru diketahui jenis kelaminnya saja, tetapi mengenai identitasnya masih menunggu proses identifikasi. Dengan ditemukan tiga korban itu, berarti jumlah korban meninggal yang berhasil dievakuasi sebanyak 31 orang. Sedangkan korban selamat sebanyak 13 orang.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang Benteng Telau mengatakan, korban terbaru tiga orang ditemukan sekitar pukul 10.35 WIB dari dalam sungai dan telah dibawa ke RSUD Basemah, Kota Pagaralam. Evakuasi korban pada hari kedua diwarnai cuaca mendung, namun tim SAR gabungan tetap mencari keberadaan korban yang dimungkinkan masih ada, baik dengan penyisiran arus Sungai Lematang sejauh lima kilometer maupun dengan penyelaman.

Ketidakpastian manifes penumpang Bus Sriwijaya yang terjun ke Sungai Lematang membuat tim SAR gabungan kesulitan dalam memastikan jumlah korban. Kepala Kantor Basarnas Palembang Berty D.Y. Kowaas, Rabu, mengatakan, pihaknya sampai pencarian hari kedua masih menunggu laporan-laporan masyarakat yang merasa anggota keluarganya ikut dalam perjalanan bus tersebut.

"Untuk itu, pencarian akan kami lakukan sampai semua korban sudah ditemukan," ujar Berty.

Tim SAR gabungan sejauh ini berpegang dengan data Polda Sumsel yang menyatakan terdapat 54 penumpang dalam Bus Sriwijaya saat terjadinya kecelakaan. Sebanyak 27 penumpang naik dari loket resmi di Bengkulu dan sisanya naik dari 'pinggir jalan'.

Sementara itu, data tim SAR terbaru hingga Rabu pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia tercatat 34 orang, terdiri atas 16 laki-laki dan 12 perempuan, serta korban selamat sebanyak 13 orang. Jika mengacu data Polda Sumsel (54 orang) dengan data terbaru yang telah dievakuasi (47 orang), masih ada tujuh korban lagi yang perlu dicari.

"Semua korban yang sudah dievakuasi dibawa ke RSUD Basemah Pagaralam untuk diidentifikasi tim Bidokkes Polda Sumsel," kata Berty menambahkan.

Selain manifes penumpang, pencarian sisa korban juga terkendala medan Sungai Lematang yang berbatu dan banyak cekungan atau lubuk yang cukup dalam. Pencarian korban masih dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir sungai sejauh 5 kilometer, sementara badan Bus Sriwijaya sendiri sudah ditarik ke tepi sungai guna mempermudah pencarian.

Bus Sriwijaya Mitsubishi Fuso BD-7031-AU rute Bengkulu-Palembang terjun ke jurang di Liku Lematang, Jalan Lintas Pagaralam-Lahat KM 9, Desa Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Senin (23/9) pukul 23.15 WIB. Bus tak mampu menanjak sehingga mundur dengan kecepatan tinggi lalu menabrak beton pembantas, kemudian terjun dari ketinggian 80 meter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement