Rabu 25 Dec 2019 18:07 WIB

Hujan Es dan Angin Rusak Puluhan Rumah di Baturraden

Hujan dan angin kencang juga menyebabkan banyak pohon tumbang.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nidia Zuraya
Hujan es
Foto: Flickr
Hujan es

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Hujan es dan angin kencang melanda kawasan lereng selatan Gunung Slamet, Rabu (25/12). Akibat kejadian itu, satu rumah warga ambruk dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan cukup berat.

"Yang ambruk, sajauh ini baru satu rumah warga," jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas, Ariono Poerwanto.

Baca Juga

Menurutnya, kejadian alam tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, saat wilayah Kecamatan Baturraden dan Sumbang diguyur hujan desa. Saat itu, hujan es dilaporkan di wilayah beberapa desa Kecamatan Baturraden.

Hujan yang turun, tidak sepenuhnya dalam bentuk es. Namun juga berupa air yang diselingi es sebesar kerikil.

"Hujan esnya tidak banyak. Tapi curah hujannya sangat lebat," kata Supri (30), warga Desa Karangtengah Kabupaten Baturraden.

Sedangkan hujan yang disertai angin kencang, selain terjadi di beberapa desa di Baturraden juga terjadi di beberapa desa kecamatan Sumbang. Sedangkan rumah yang roboh, terjadi pada salah satu rumah warga di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang.

"Rumah yang rusak cukup banyak, namun yang benar-benar roboh hanya satu rumah," jelas Ariono.

Rumah yang roboh, ditinggali keluarga Rastito, warga RT 5 RW 3. Rumah yang roboh bukan disebabkan tertimpa pohon tumbang, melainkan karena hembusan angin yang kencang. Hal ini karena rumah yang ditinggali keluarga Rastito, bukan rumah permanen.

Selain merusak rumah warga, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan cukup banyak pohon tumbang. Selain itu, sejumlah tiang telepon juga banyak yang tumbang tertarik oleh bentangan kabel yang tertimpa pohon tumbang.

Ariono menyebutkan, saat ini petugas dari BPBD dan elemen SAR lainnya, sudah berada di lokasi untuk membantu warga. "Kita masih melakukan assesment di lokasi kejadian. Jadi angka pasti rumah yang rusak masih belum kita ketahui. Tapi memang cukup banyak," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement