Rabu 25 Dec 2019 14:36 WIB

Status Bandara Abdulrachman Saleh Perlu Ditingkatkan

Bandara Abdulrachman Selah perlu ditingkatkan menjadi bandara internasional.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nidia Zuraya
Pesawat komersil bersiap untuk mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. ilustrasi
Foto: republika/prayogi
Pesawat komersil bersiap untuk mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Fattah Jasin berpendapat, internasionalisasi Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, mendesak dilakukan. Itu tak lain karena jumlah wisatawan mancanegara yang turun di bandara tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan, kata Fattah, pernah jumlah penumpang internasional yang turun di Bandara Abdulrachman Saleh mencapai 1,1 juta orang dalam satu tahun. "Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi aja yang itu sudah internasional, setahun hanya 300 ribuan penumpang. Abdulrachman Saleh pernah mencapai 1,1 juta penumpang setahun," ujar Fattah di Surabaya, Rabu (25/12).

Baca Juga

Fattah melanjutkan, internasionalisasi Bandara Abdulrachman Saleh mendesak dilakukan juga karena Malang Raya merupakan pusat pendidikan, hortikultura, sayur dan buah, pertanian, produksi susu sapi, serta menjadi tujuan wisata di Indonesia. Sesuai perintah Presiden Jokowi, kata Fattah, mestinya runaway bandara tersebut ditambah menjadi 3.000 meter, dari sekarang hanya 2.500 meter.

"Kalau sudah 3.000 meter pesawat besar sekelas Airbus bisa masuk. Sekarang Boeing 737 sudah masuk," ujar Fattah.

Saat ditanya kepan proses internasionalisasi bisa dilakukan, Fattah menyatakan, itu tergantung izin dari Menteri Perhubungan, lewat Ditjen Perhubungan Udara. Selain itu, kata Fattah, enclave sipil juga harus dapat persetujuan dari Mabes TNI AU.

"Tapi saya kira sudah tidak ada masalah. Presiden sudah memanggil kepala Staf TNI AU, memanggil Gubernur (Jatim), Wali Kota Malang, Bupati Malang, Wali Kota Batu. Karena sangat memungkinkan. Malang kan identik dengan Bandung," kata Fattah.

Fattah mengungkapkan, internasionalisasi Bandara Abdulrachman Saleh telah masuk dalam Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim. Estimasi investasi dari APBN mencapai Rp 200 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penambahan runway dan infrastruktur ruang kedatangan.

"Izin dari Kemenhub belum turun. Mungkin menunggu infrastruktur selesai. Nanti coba akan kami ulangi lagi (koordinasi) dengan Kemenhub. Dengan the best airport saya kira tinggal menunggu waktunya untuk menjadi bandara internasional," ujar Fattah.

Jika internasionalisasi Bandara Abdulrachman Saleh telah dilakukan, Fattah meyakini akan semakin banyak penumpang internasional yang datang ke Malang. Utamanya penumpang dari malaysia, Singapura, Brunei, dan negara ASEAN lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement