Selasa 24 Dec 2019 14:19 WIB

Padang Pariaman Dapat Bantuan dari Pusat untuk Atasi Abrasi

Padang Pariaman mendapat Rp 18 miliar untuk membangun batu grip untuk cegah abrasi.

Operator alat berat menyusun batu grip di Pantai Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (20/4/2019).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Operator alat berat menyusun batu grip di Pantai Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (20/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Pemerintah Kabupaten Padang Pariamandi Sumatra Barat mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasi abrasi pantai di Korong Pasie Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau. Abrasi di wilayah itu mengancam rumah-rumah warga dan sekolah di sekitarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis mengatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan dana sekitar Rp 18 miliar untuk membangun batu grip guna mengatasi abrasi di daerah itu. "Pembangunannya sudah dimulai semenjak 10 hari yang lalu dan saya lihat pengerjaannya cepat," katanya di Sungai Limau, Selasa (24/12).

Baca Juga

Ia mengatakan pembangunan batu grip dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi alam. Panjang batu grip ke tengah laut mencapai 85 meter dengan jarak antar batu grip mencapai 100 meter.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan pemerintah kabupaten tidak bisa mengatasi masalah abrasi di Pasie Baru menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apalagi, katanya, APBD Padang Pariaman pada tahun ini mengalami defisit mencapai Rp 113 miliar.

Oleh karena itu, dia mengatakan, pemerintah kabupaten meminta bantuan pemerintah usat untuk membangun batu gripguna mengatasi abrasi. "Saya pun menghubungi John Kenedi Azis yang berada di badan anggaran DPR RI agar membantu kami dan akhirnya sekarang terealisasi," kata dia.

Seorang warga di Pasie Baru Wandi mengatakan warga mengkhawatirkan dampak abrasi pantau terhadap permukiman mereka. "Bahkan sekarang sudah sampai ke pagar sekolah, jika pembangunan batu grip ini terlambat mungkin sekolah ini habis," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement