Selasa 24 Dec 2019 10:39 WIB

Gubernur Sumbar: Banjir Bandang Bencana yang Bisa Dihindari

Gubernur Sumbar nilai perlu ada mitigasi bencana.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Irwan Prayitno - Gubernur Sumatra Barat
Foto: Republika/Wihdan
Irwan Prayitno - Gubernur Sumatra Barat

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menyebut daerahnya yang dalam dua bulan terakhir beruntun dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor. Menurut Irwan, dalam sudut pandang agama Islam, segala sesuatu sudah sesuai dengan kehendak Allah SWT. Di mana manusia tidak dapat menolak kemauan Allah untuk menurunkan hujan.

Namun bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor menurut Irwan merupakan bencana yang sebenarnya dapat dihindari. Karena banjir bandang dan tanah longsor ini disebabkan kerusakan hulu dan hutan sehingga ketika musim hujan datang, air tidak menyerap dengan baik ke dalam tanah.

Baca Juga

"Banjir bandang itu bisa kita hindari asalkan kita semua selalu mengawasi hulu sungai yang tersumbat oleh batu dan kayu. Kalau hulu sungai sudah tersumbat, air sungai akan membentuk kumpulan air, sehingga tidak terbendung dan akhirnya banjir bandang," kata Irwan Prayitno saat mengikuti rapat koordinasi membangun kesadaran masyarakat secara kolektif dalam mengurangi resiko bencana banjir dan banjir bandang di Kota Padang, Senin (23/12).

Begitu juga dengan tanah longsor menurut Irwan terjadi karena adanya kerusakan hutan akibat aktivitas penebangan pohon secara liar.

Irwan mengatakan sudah banyak para ahli yang menyebut Sumatra Barat daerah rawan bencana. Setiap hari di Sumbar terjadi gempa. Gempa menurut Irwan turut memicu terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang. Karena sering terjadi gempa membuat kondisi perbukitan labil. Kondisi labil ini membentuk retakan kecil dan berlubang. Bila terjdi hujan deras seperti sekarang maka akan memicu terjadinya banjir bandang.

"Karena itulah kita perlu mitigasi bencana supaya dapat meminimalisir dampaknya ke masyarakat," ujar Irwan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement