Selasa 24 Dec 2019 10:00 WIB

Pemesanan Kamar Hotel Jelang Natal Masih Sepi

Pemesanan kamar hotel jelang Natal dan Tahun Baru di Sumut masih sepi

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Pemesanan kamar hotel jelang Natal dan Tahun Baru di Sumut masih sepi. Ilustrasi.
Foto: Republika/Winda Destiana Putri
Pemesanan kamar hotel jelang Natal dan Tahun Baru di Sumut masih sepi. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pemesanan kamar hotel untuk libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Sumatera Utara (Sumut) hingga awal pekan ini masih sepi. Diprediksi tingkat hunian hanya berkisar 50 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana mengatakan alasan masih sepinya pemesanan kamar hotel jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Menurutnya kondisi ini dipengaruhi masih mahalnya harga tiket penerbangan udara rute domestik.

Baca Juga

"Akibat masih mahalnya harga tiket, banyak warga yang tidak mudik dan berlibur ke Sumut sehingga pemesanan kamar menjadi sepi," ujarnya pada Senin (23/12).

Padahal pada tahun lalu pemesanan kamar hotel sudah banyak sejak awal Desember dengan tingkat hunian tertinggi 20 Desember 2018 dan tahun baru 2019. Mengacu pada kondisi pemesanan yang masih sepi hingga awal pekan ini, maka PHRI memprediksi tingkat hunian hotel di libur Natal dan Tahun Baru 2020 hanya sekitar 50 persen.

"Tingkat hunian 50 persen itu turun dibandingkan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang mencapai 80 persen," ujar Denny.

Anjloknya pesanan kamar hotel membuat manajemen hotel membuat paket menginap untuk tamu lokal. Meski belum terlihat hasilnya, manajemen hotel anggota PHRI Sumut berharap bisa mendapatkan tamu dari paket lokal tersebut.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut Solahuddin Nasution menyebutkan anggota Asita banyak mendapat pesanan perjalanan ke luar negeri khususnya Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dia mengakui, sejak harga tiket penerbangan dalam negeri melonjak, permintaan paket liburan ke luar negeri semakin banyak.

"Makanyw Asita terus menyuarakan agar tiket penerbangan domestik bisa diturunkan lagi sehingga jumlah wisatawan nusantara kembali pulih," ujar Solahuddin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement