Senin 23 Dec 2019 18:18 WIB

Jembatan Ambruk di Utan Kemayoran, Ini Kata Pemerintah

Jembatan ambruk di Utan Kemayoran belum rampung dibangun dan belum difungsikan

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani
Kondisi jembatan yang roboh di Hutan Kota Kemayoran, Jakarta, Senin (23/12).
Foto: Thoudy Badai_Republika
Kondisi jembatan yang roboh di Hutan Kota Kemayoran, Jakarta, Senin (23/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sekretariat Negara akhirnya bersuara soal insiden ambruknya jembatan di kawasan Utan Kemayoran, Jakarta, Ahad (22/12) lalu. Proyek jembatan ini memang dikerjakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran yang merupakan badan di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, menjelaskan bahwa jembatan tersebut memang belum rampung dibangun dan belum difungsikan untuk umum. Bahkan pihak PPK Kemayoran, ujar Setya, disebut belum melunasi pembayaran proyek jembatan tersebut.

"Itu belum selesai sih memang (pekerjaannya). Belum difungsikan. Belum dibayar juga itu," ujar Setya, Senin (23/12).

Sebagai tindak lanjut atas insiden ini, pihak Setneg akan berkoordinasi dengan PPK Kemayoran untuk mencari solusi. Sejumlah opsi dibuka, termasuk pengerjaan ulang, penghentian, atau bahkan kontraktor harus mengembalikan pembayaran proyek yang terlanjut dilakukan.

"Bisa dikerjakan ulang atau dihentikan, dia menbayar kembali ke negara," katanya.

Sebelumnya, PPK Kemayoran telah menyatakan bahwa penyelidikan terhadap penyebab robohnya jembatan lengkung di area Utan Kemayoran hari Ahad, (22/12) akan dilakukan. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Medi Kristianto, meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa robohnya jembatan tersebut.

"Jembatan lengkung tersebut masih dalam proses penyelesaian pekerjaan dan belum digunakan serta belum dibuka untuk umum," katanya

"PPK Kemayoran memastikan bahwa area Utan Kemayoran merupakan lokasi yang aman untuk kegiatan rekreasi masyarakat Jakarta," imbuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement