Senin 23 Dec 2019 14:32 WIB

Longsor dan Banjir Bandang Terjadi di Tiga Titik di Agam

Banjir bandang menyebabkan tiga unit rumah warga tergenang.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Sekolah MDA, Masjid dan rumah warga yang tertimbun longsor banjir bandang di Jorong Galapuang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (21/11).
Foto: Republika/Febrian Fachri
Sekolah MDA, Masjid dan rumah warga yang tertimbun longsor banjir bandang di Jorong Galapuang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (21/11).

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Bencana alam masih terus menerpa Provinsi Sumatera Barat. Kemarin, Ahad (22/12) bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di tiga titik di Kabupaten Agam.

"Telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Kabupaten Agam," kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman.

Erman menjelaskan titik pertama yang dilanda banjir bandang ialah di Jorong Pantas Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Tanjung. Banjir bandang menyebabkan tiga unit rumah warga tergenang. Selain itu, material lumpur juga menggenangi bangunan Kantor Wali Nagari Tanjung Sani. Selain itu, material lumpur juga menyebabkan akses jalan terhambat untuk kendaraan roda empat. Tapi masih bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

Titik kedua, banjir bandang terjadi di  Jorong Sigiran Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya. Di sini banjir bandang menyebabkan 1 unit rumah warga, bangunan kantor Jorong Sigiran tergenang material lumpur. Selain itu longsor juga menyebabkan akses jalan sepanjang 40 meter tergenang.

Satu lagi tanah longsor terjadi di Jorong Sungai Tampang Nagari Tanjung Sani. Di sini, longsor menyebabkan beberapa pohon besar tumbang dan tergeletak di jalan. sehingga akses jalan di Jorong Sungai Tempang sempat tersendat.

"APBD Kabupaten Agam Berkoordinasi dengan pihak terkait bencana serta turun langsung kelapangan melakukan penanganan Assessment data, dan mengevakuasi warga yang rumahnya terkena banjir ketempat yang aman. dan melakukan pembersihan material menggunakan alat berat," ucap Erman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement