Jumat 20 Dec 2019 02:10 WIB

Jabar Diminta Utamakan Riset dalam Penataan Gunung Padang

Penataan situs Gunung Padang diminta perhatikan kebutuhan warga sekitar.

Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penataan dinilai perlu dikaji secara matang berdasarkan kebutuhan pokok warga sekitar Gunung Padang yang menjadi ujung tombak pelestarian.
Foto: ROL/Santi Sopia
Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penataan dinilai perlu dikaji secara matang berdasarkan kebutuhan pokok warga sekitar Gunung Padang yang menjadi ujung tombak pelestarian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARAT -- Pengiat Seni Budaya dan Relawan Bela Alam Cianjur, Jawa Barat (Jabar), meminta berbagai kalangan mengkaji secara matang terkait penataan situs megalitikum Gunung Padang. Mereka menginginkan riset dan penelitian terlebih dahulu dituntaskan sebelum melakukan penataan.

"Apakah sudah ada kajian yang dilakukan secara spesifik dari berbagai pendekatan ilmu dan semua pihak berbagai kalangan di Indonesia dan dunia?" kata Kordinator Relawan Bela Alam Cianjur, Eko Wiwid, kepada wartawan di Cianjur, Kamis.

Baca Juga

Wiwid mengungkapkan bahwa situs tertua di dunia yang terletak di Kecamatan Campaka, Cianjur itu merupakan bagian sejarah dunia. Untuk penataannya tidak segampang membalikkan telapak tangan, meskipun di zona penyangga sekalipun.

photo
Situs megalitikum Gunung Padang, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat.

Menurut Wiwid, penataan perlu dikaji secara matang berdasarkan kebutuhan pokok warga sekitar Gunung Padang yang menjadi ujung tombak pelestarian. Penataan seharusnya bukan berdasarkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

"Penataan harus berbanding lurus dengan penguatan dan pemberdayaan kebutuhan pokok masyarakat berbasis regulasi kebudayaan. Jangan sampai mendorong penataan yang tidak dibutuhkan," katanya.

Wiwid menjelaskan, masyarakat sekitar situs membutuhkan penguatan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan serta fasilitas pokok, seperti rumah sakit, sarana olah raga, dan sarana pendidikan yang memadai. Termasuk juga di dalamnya penguatan kesadaran dalam bidang kebencanaan karena kawasan Gunung Padang rawan longsor dan perlu dilakukan penanganan serius.

Sebelum melakukan penataan, menurut Wiwid, hal terpenting adalah dituntaskannya riset dan penelitian. Dengan begitu, hasilnya akan memperkuat kesejahteraan warga dengan regulasi berbasis lingkungan dan kebudayaan Sunda.

"Kalau riset sudah tuntas, nantinya akan muncul rekomendasi untuk pengelolaan dan pengembangan yang baik dan benar, sehingga tidak mengganggu dan merusak lingkungan situs," katanya.

DPRD Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah berjanji akan mendorong dana anggaran dari Pemprov Jabar, untuk penataan situs megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, dan sejumlah destinasi wisata penunjang lainnya di kawasan tersebut. Dinas terkait di Pemkab Cianjur diminta untuk membuat perencanaan secara rinci guna meningkatkan angka kunjungan ke sana.

"Kami meminta agar Pemkab Cianjur tidak setengah-setengah dalam pengusulan anggaran penataan karena seluruh fraksi di DPRD Jabar sepakat untuk menyetujui usulan dari Cianjur terkait hal tersebut," kata Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade Barkah Surahman saat berkunjung ke Cianjur.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement