Senin 16 Dec 2019 16:05 WIB

Korban Keracunan Makanan di Sukabumi Terus Bertambah

Korban keracunan bertambah menjadi 126 orang

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Esthi Maharani
Korban keracunan makanan di Sukabumi
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Korban keracunan makanan di Sukabumi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Warga yang mengalami gejala keracunan di Kecamatam Nagrak, Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Hingga Senin (16/12) siang tercatat ada sebanyak 126 orang warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Para korban keracunan ini ada yang dirawat di Puskesmas Nagrak, RSUD Sekarwangi, dan RS Kartika. Selain itu ada puluhan warga lainnya yang sudah membaik kondisinya dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

‘’Korban keracunan bertambah kini menjadi 126 orang,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari, Senin (16/12).

Ratusan orang tersebut beberapa sudah di rujuk dan di tangani di rumah sakit. Sementara yang masih dirawat di Puskemas Nagrak sebanyak 21 orang. Sementara pasien yang dirawat di RSUD Sekarwangi mencapai sebanyak 57 orang.

Kabid Pelayanan Medis RSUD Sekarwangi Cibadak, Asep Suherman mengatakan petugas rumah sakit berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pasien. Harapannya para pasien bisa segera pulih dan kondisinya membaik dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya, keracunan makanan terjadi di dua wilayah berbatasan yakni di Kampung Barujagong RT 04 RW 10 Desa Cisarua dan Kampung Sinagar Kolot RT 01 RW 08 Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Ahad (15/12). Lokasi kedua wilayah berbatasan antara Desa Cisarua dan Desa Nagrak Utara. Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari pembagian di acara maulid nabi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement