REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto menyatakan, akses jembatan Muharto akan ditutup total mulai 15 sampai 21 Desember 2019. Penutupan ini dilakukan dalam rangka optimalisasi pengerjaan perbaikan jembatan.
"Kaitan hal tersebut, maka mohon pengertian masyarakat. Para pengguna jalan sekaligus mohon maaf atas ketidaknyamanan untuk sementara waktu," ungkap Handi.
Menurut Handi, rekomendasi penutupan jembatan berdasarkan banyak pertimbangan. Salah satunya agar pengerjaan perbaikan jembatan dapat berjalan lebih rapi dan aman. Proses perbaikan dapat berjalan cepat sesuai tenggat waktu yang diharapkan.
"Adapun penutupan dilakukan mulai di pertigaan Kutobedah Polehan dan perempatan Pasar Kebalen, Jodipan," kata Handi dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Sabtu (14/12).
Jembatan Muharto tengah dalam proses rehabilitasi dengan menggunakan metode refrofit. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan kondisi fisik jembatan seperti semula. Sebab secara teori, metode refrofit digunakan untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi atau menambah bagian yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya.
Perbaikan jembatan Muharto menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga Anggaran 2019 sebesar Rp 1,3 miliar. "Dan penanganan jembatan Muharto ditarget tuntas satu bulan," jelasnya.