REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sebagai upaya pencegahan dan pemulihan trauma pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di SMPN 20 Depok, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. "Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan sosialiasasi ke para siswa, bagaimana faktor penyebaran virus dan pencegahannya," ujar Kordinator Promosi Kesehatan PMI Kota Depok, Imron Maulana di Kantor PMI Kota Depok, Kamis (12/12).
Ada lima sekolah yang disambangi PMI Kota Depok. Kelimanya yakni SDN Parung Bingung 1 dan 2, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Muhtadin, SMPN 20 serta SMPN 26 Depok. "Selain para siswa, kami juga menghampiri warga yang berada di lingkungan sekolah untuk sampaikan penyuluhan terkait penyebaran virus Hepatitis A dan pencegahannya," terangnya.
Dalam penyuluhan tersebut, PMI Kota Depok didampingi oleh petugas dari Puskesmas. "Hal ini merupakan upaya kami agar penyebarannya tidak meluas. Relawan kami juga menyampaikan materi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tuturnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini juga untuk memulihkan trauma siswa SMPN 20 Depok pasca KLB Hepatitis A. Banyak siswa yang takut ke sekolah karena khawatir bisa terjangkit virus Hepatitis A.
"Kami pulihkan trauma mereka dengan memberikan edukasi. Tentunya, penyampaian disesuaikan juga dengan siswa seusia mereka. Kita menyasar siswa kelas 3, 4 dan 5. Yang jelas ada strategi khusus. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini bisa membuka wawasan mereka untuk lebih peduli terhadap kesehatan," pungkas Imron.