Selasa 10 Dec 2019 17:48 WIB

Pemprov DKI Jakarta Luncurkan 'Bus Antikorupsi'

Bus anti korupsi yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..

Rep: Umi Soliha/ Red: Nora Azizah
Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan bus anti korupsi yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Ilustrasi)
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan bus anti korupsi yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan bus anti korupsi yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bus ini mempunyai rute berkeliling ke seluruh sekolah DKI Jakarta untuk mencegah korupsi dan meningkatkan integritas.

"Hari ini kita meluncurkan secara resmi bis kampanye anti korupsi yang akan berkeliling sepanjang tahun dari satu sekolah ke sekolah lain di seluruh wilayah DKI Jakarta," ujar Gubernur DKI Pemprov DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

Baca Juga

Anies menjelaskan, bus ini merupakan replika dari bus kampanye yang milik KPK. Pihaknya berkonsultasi dengan KPK dalam mengembangkan konsepnya.

"Ini merupakan komitmen dari Jakarta melakukan pencegahan korupsi dari usia dini," tuturnya.

Menurutnya, di setiap jenjang sekolah sudah selayaknya mempunyai pelajaran  yang mengajarkan budaya jujur dan berintegritas. Dalam acara tersebut, Pemprov DKI pun melantik dan menugaskan 160 duta anti korupsi yang terdiri dari 80 siswa dan 80 guru yang mayoritas mengajarkan PKN.

Para duta ini, lanjut Anies, sudah dilatih pihak KPK untuk menjadi duta di jenjangnya masing-masing, baik untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa dan guru tersebut yang akan berkampanye saat bus berkeliling.

"Dengan cara itu kampanye pencegahan anti korupsi dan penanaman integritas bisa dilakukan sepanjang tahun," ungkapnya.

Ia menyampaikan, Pemprov DKI memiliki komitmen serius terkait masalah pencegahan korupsi. Semangat mencegah korupsi harus dilakukan secara nyata, mulai dari bangku SD. Menurutnya, setiap sekolah harus siap menjadi zona berintegritas, dan diharapkan bisa menanamkan budaya berintegritas.

"Melakukan kampanye yang serius ke seluruh lingkungan Pemprov DKI. Jadi kita menginginkan Jakkarta bisa menjadi contoh untuk mencegah korupsi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement