Selasa 10 Dec 2019 00:03 WIB

Libur Akhir Tahun Hotel Diminta tak Pasang Tarif Tinggi

Tarif hotel yang tinggi akan menimbulkan citra buruk pariwisata

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Tarif hotel yang tinggi akan menimbulkan citra buruk pariwisata. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Noveradika
Tarif hotel yang tinggi akan menimbulkan citra buruk pariwisata. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Bupati Garut Rudy Gunawan meminta hotel tidak memasang tarif tinggi pada musim liburan akhir tahun. Ini karena tarif hotel yang tinggi akan menimbulkan citra buruk pariwisata Garut.

"Kami sudah mengimbau kalau ingin menjadikan kabupaten ini ramah wisatawan jangan ada aji mumpung," kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Senin (9/12).

Baca Juga

Ia menuturkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah siap untuk menyambut musim libur Natal dan pergantian tahun. Rudy berharap PHRI bersama-sama dengan pemerintah membangun citra baik pariwisata Garut sehingga wisatawan yang berkunjung ke Garut merasa nyaman.

"Kami yakin kalau hotel profesional tidak akan seperti itu," ungkapnya.

Jika harus diberlakukan kenaikan tarif, kata dia, harus dalam batasan normal sekitar 20 persenan. Selain itu tamu diberi pelayanan tambahan seperti makan malam atau hiburan. "Kenaikannya itu harus diimbangi dengan yang lain seperti makan malam dan hiburan," katanya.

Banyaknya hotel di Kabupaten Garut dengan berbagai kelas tentunya akan menjadi persaingan bisnis berlomba-lomba memberikan pelayanan lebih kepada wisatawan. "Kalau dulu iya (belum banyak hotel). Sekarang tidak, dengan adanya hotel seperti Hotel Santika," katanya.

Kabupaten Garut pada musim libur sering kali ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Mereka datang ke Garut untuk menikmati sejumlah destinasi wisata seperti pemandian air panas Cipanas, pantai, dan wisata alam Gunung Papandayan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement