Ahad 08 Dec 2019 14:49 WIB

Guru NU di Jatim Imbau Kurikulum Soal Khilafah Direvisi

Pergunu Jatim menyebut kurikulum fiqih yang berlaku di MA memang ada tema khilafah

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti simulasi ujian akhir menggunakan smartphone. Pergunu Jatim menyebut kurikulum fiqih yang berlaku di MA memang ada tema khilafah
Foto: Antara/Syaiful Arif
Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti simulasi ujian akhir menggunakan smartphone. Pergunu Jatim menyebut kurikulum fiqih yang berlaku di MA memang ada tema khilafah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur mengimbau pemerintah untuk segera merevisi kurikulum pendidikan agama Islam. Pasalnya, pertanyaan dalam ujian yang berisi hal-hal terkait khilafah ini bukan yang pertama kali terjadi.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Jawa Timur, Ahmad Faqih mengatakan kurikulum itu memang menentukan materi sebagai bahan pengajaran yang harus ditulis dan disampaikan murid.

Baca Juga

"Kurikulum fiqih yang berlaku di MA kelas XII saat ini memang ada tema tentang khilafah yang harus diajarkan. Hal yang sama ada di materi pelajaran atau mapel PAI SMA kelas XII," ujar Ahmad lewat keterangan tertulisnya, Ahad (8/12).

Selain itu, ia menilai ada keterbatasan akses yang dimiliki oleh tim penyusun buku Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurutnya, tim penyusun tak memiliki akses referensi tema khilafah yang bersumber dari pakar Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang tepat.

"Hal di ataslah yang menurut kami memicu kejadian seperti ini terus terulang kembali, guru yang mengajar dan menyusun soal PAS (penilaian akhir semester) diduga hanya merujuk buku ajar yang ada," ujar Ahmad.

Untuk itu, ia mengimbau pemerintah untuk segera merevisi kurikulum yang ada. Khususnya, yang berkaitan dengan tema khilafah, agar tak salah saat disampaikan ke siswa.

Kedua, pemerintah juga dapat menggandeng Nahdatul Ulama atau Muhammadiyah dalam menyusun kurikulum. Agar referensi terkait khilafah dapat berlandaskan Aswaja.

"Serta para cendekiawan Islam segera menyusun, menerbitkan, serta mendistribusikan buku ajar dan buku referensi yang berkaitan dengan tema khilafah dalam perspektif Aswaja dan selaras dengan ajaran Islam rahmatan lil alamin," ujar Ahmad.

Terakhir, Pergunu Jawa Timur mengimbau pemerintah untuk meningkatkan mutu guru. Khususnya pengajar PAI dan fiqih terkait tema khilafah, dalam perspektif Aswaja dan Islam ramah serta menjunjung tinggi terhadap asas keragaman dan toleransi.

"Semoga kita tidak sekadar menyalahkan para guru pembuat soal yang sejatinya mereka juga korban dari keterbatasan kondisi lingkungan belajar mengajar yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, Naskah ujian bermuatan khilafah ditemukan pada soal ujian pelajaran Fiqih untuk siswa kelas XII Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement