Rabu 04 Dec 2019 18:05 WIB

Ada Ancaman, BSSN Tingkatkan SDM Keamanan Siber

SDM dibutuhkan untuk menangkal berbagai ancaman di ruang siber.

Rep: Mimi Kartika/ Red: Ratna Puspita
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian saat diwawancari wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (4/12).
Foto: Republika/Mimi Kartika
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian saat diwawancari wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (4/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI Purn Hinsa Siburian menyebut, pihaknya terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menjaga keamanan siber di Indonesia. SDM dibutuhkan untuk menangkal berbagai ancaman di ruang siber.

"Karena kita yakini kuncinya adalah di SDM, terutama masalah siber ini, baru SDM itu kita bisa meningkatkan terutama di bidang riset dan development kita khususnya di bidang siber ini harus kita tingkatkan," ujar Hinsa kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (4/12).

Baca Juga

Ia menuturkan, menjaga keamanan siber Indonesia ke depan dengan tujuan negara harus berdaulat. Sehingga Indonesia berdaulat dalam bidang teknologi siber ini dan tidak bergantung lagi pada negara lain.

Saat ini, kata Hinsa, BSSN telah memiliki Sekolah Tinggi Sandi Negara yang sudah dikembangkan menjadi politeknik siber. SDM itu akan dikembangkan dalam Riset and Development (RND) agar teknologi yang dimiliki BSSN canggih mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Selain itu, BSSN juga mengembangkan penelitian dan pengembangan (Litbang) bekerja sama dengan lembaga-lembaga Litbang negara dan perguruan tinggi. BSSN mendorong perguruan tinggi dan badan penelitian terutama yang ada di pemerintahan bersinergi meningkatkan kemaanan siber di Indonesia. 

"Tentu kita bersinergi, berkolaborasi, tapi kata kuncinya di sumber daya manusia di bidang siber itu, dari situ semua bisa kita kembangkan riset dan development kita juga bisa berkembang di situ, kuncinya di SDM," kata dia.

 

Kemudian, BSSN secara resmi mencatatkan sejarah pembentukan cyber warrior pertama kali di tanah air yaitu melalui pengukuhan 110 personil National Security Operation Center (NSOC). NSOC sebuah pusat komando cyber nasional yang akan memonitor operasi keamanan siber pada level nasional secara terpusat.

 

"Personil ini nantinya akan menjadi punggawa yang mengawaki NSOC," tutur Hinsa.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi