Senin 25 Nov 2019 11:40 WIB

PDAM Surabaya Terapkan ISO Antisuap

ISO 37001 membuat proses awal hingga akhir pelayanan di PDAM tidak ada korupsi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya
Foto: Republika/Binti Sholikah
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya mulai menerapkan ISO 37001 yang merupakan sistem manajemen antisuap. Sertifikat ISO 37001 itu diserahkan oleh Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman Sukirno, kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada perayaan Hari Jadinya yang ke-43, Ahad (24/11).

Dirut PDAM Mujiaman Sukirno menjelaskan, dengan diterapkannya ISO 37001 itu, maka proses awal hingga akhir pelayanan di PDAM tidak ada korupsi. Ia mencontohkan pelayanan pasang meter yang dilayani oleh PDAM. Dalam prosesnya, harus melalui tahap-tahap, seperti disurvei, dihitung, dibayar, dilelang, dan dilaksanakan.

"Nah, masing-masing proses itu tentu ada potensi korupsinya, sehingga PDAM menyiapkan sistem dan infrastrukturnya untuk menjamin tidak ada korupsi," kata dia.

Mujiaman menyatakan, pihaknya telah menganalisa, memetakan proses dan resikonya, serta menyiapkan metodenya untuk memastikan potensi korupsi itu tidak ada di PDAM Surya Sembada. "Jadi, kami menjamin dari awal prosesnya hingga akhir, tidak ada korupsi. Dengan adanya ISO ini, karyawan PDAM juga terbebas dari rasa takut. Apalagi kita sudah diaudit lembaga internasional,” ujarnya.

Mujiaman juga menjamin performace PDAM Surya Sembada ke depannya akan terus membaik. Apalagi, pertumbuhan usaha PDAM beberapa tahun terakhir ini terus meningkat. Sebelum-sebelumnya, kata dia, PDAM Surya Sembada hanya tumbuh 2 persen per tahun.

"Tapi pertumbuhan usaha PDAM sejak tahun 2018, kita tumbuh mencapai 17 persen. Itu 9 kali lipatnya dari kemampuan kita sebelum-sebelumnya,” kata Mujiaman.

Selain itu, Mujiaman mengaku, sambungan meter juga terus dimaksimalkan. Jika sebelum-sebelumnya hanya mampu menyambungkan 8 ribu meter, maka tahun ini dibuktikan mampu menyambungkan hampir 15 ribu meter.

“Itu sudah 2 kali lipatnya dari kemampuan kita sebelum-sebelumnya, jadi ada peningkatan,” kata dia.

Oleh karena itu, Mujiaman meyakini, performance PDAM akan terus membaik ke depannya. Apalagi terus didukung oleh sistem yang semakin baik, termasuk penerapan ISO 37001. Menurutnya, akan didukung pula penerapan lainnya seperti ISO tentang produksi, ISO tentang pelayanan, ISO tentang keselamatan, ISO tentang IT, dan sebagainya.

"Alhasil, dengan sistem dan pelayanan itu, PDAM Surya Sembada Surabaya memastikan diri bahwa pelayanannya sudah bertaraf internasional. Makanya, kami yakin PDAM akan terus tumbuh dan berkembang,” kata Mujiaman.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran PDAM, sebab saat ini PDAM Surya Sembada menjadi satu-satunya PDAM di Indonesia yang memberikan kontribusi kepada daerah dan bahkan tidak membebani APBN. Padahal, PDAM lain, kata dia, masih membebani APBN.

“Jadi, kalau PDAM yang lainnya itu masih hutang dan yang bayar dari negara. Tapi Alhamdulillah kita PDAM Surabaya bisa membayar sendiri. Betapa luar biasanya, saat semuanya dibayari, tapi PDAM Surya Sembada bayar sendiri. Saya kan bisa bangga,” kata Risma.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement