Senin 25 Nov 2019 06:28 WIB

Bukalapak Bidik Ribuan Toko Kelontong Kediri Sebagai Mitra

Mitra Bukalapak kini telah berjumlah lebih dari 2,5 juta.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nidia Zuraya
Bukalapak menjaring 1.000 mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan teknoloqi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Uji coba telah dilakukan selama dua bulan.
Foto: Republika/Dedy D Nasution
Bukalapak menjaring 1.000 mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan teknoloqi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Uji coba telah dilakukan selama dua bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan jual beli berbasis online Bukalapak menargetkan 1.000 warung tradisional di kota Kediri bergabung dalam program Mitra Bukalapak pada akhir 2019. AVP Public Policy & Government Relations Bukalapak, Bima Laga menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan marketplace tersebut dalam mendorong pertumbuhan inklusi keuangan melalui warung tradisional.

"Inklusi keuangan melalui warung tradisional suatu bentuk dari implementasi strategi bisnis Mitra Bukalapak," ujar Bima di Kediri, Ahad (24/11).

Baca Juga

Bima menjelaskan, program Mitra Bukalapak telah diluncurkan sejak dua tahun lalu. Bima mengaku, Mitra Bukalapak kini telah berjumlah lebih dari 2,5 juta, dan mentransformasi lebih dari 1.2 juta warung tradisional di 477 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia.

Didorongnya warung-warung tradisional yang persebarannya hingga ke pelosok negeri, karena usaha tersebut merupakan pendorong geliat ekonomi Indonesia. Usaha mikro tersebut berkontribusi terhadap 65-70 persen transaksi ritel Indonesia.

"Saat ini untuk daerah kabupetan Kediri sudah mencapai 500 warung tradisional sebagai mitra kami," ujar Bima.

Bima melanjutkan, melalui Mitra Bukalapak, pihaknya ingin mengenalkan sistem pembayaran baru kepada masyarakat melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pihaknya juga berupaya meningkatkan kapasitas bisnis melalui penjualan token listrik, pulsa, dan produk virtual lainnya.

"Kami percaya teknologi itu harus dapat diakses oleh siapa saja dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya," kata Bima.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Kristanto menjelaskan, pemerintah kota setempat menargetkan lahirnya 15 ribu wirausaha mikro dalam lima tahun ke depannya. Tahun ini, diakuinya sebanyak 1.200 wirausahawan mikro sudah dibekali pelatihan.

"Kami siapkan juga dana kredit lunak dengan bunga empat persen setahun dengan masa angsuran tiga tahun," kata Kristanto.

Selain menciptakan 15 ribu wirausahawan baru, lanjut Kristato, pihaknya juga mendorong agar usaha yang baru lahir tersebut tidak stagnan. Alasan itu pula yang membuat Pemkot Kediri menggandeng Bukalapak, agar wirausahawan yang baru lahir tersebut, bisa terus berkembang.

"Makanya kita menvlcoba meningkatkan dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah, salah satunya dengan menggandeng Bukalapak. Agar wirausahawan baru ini memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kelasnya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement