Selasa 19 Nov 2019 09:30 WIB

BNPT: Radikalisme Menjangkiti BUMN, Polri, Hingga Wartawan

BNPT mensinyalir radikalisme sudah menjangkit di semua lini, bukan cuma BUMN.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius
Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius memberikan tanggapannya tentang adanya pegawai di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpapar radikalisme. Ia berpendapat, penganut radikalisme tidak hanya ada di BUMN saja, tetapi juga di tempat lain.

"Jangankan BUMN, semuanya ada. Polisi saja ada kok (terpapar radikalisme), Polwan. Saya (sudah) ngomong sama Polri," ujar Suhardi usai menemui Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

Baca Juga

Suhardi menyebutkan, jumlah Aparatur Sipil Negara yang terpapar radikalisme di setiap kementerian atau lembaga negara berbeda-beda. Namun, dia memastikan radikalisme sudah menjangkit di semua lini.

"Artinya, tugas kita sekarang mereduksi itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Suhardi telah diminta untuk memberikan masukan kepada pegawai BUMN tentang bahaya radikalisme. Ia telah berceramah di hadapan seratusan CEO mengenai bahaya radikalisme.

"Saya sudah memberikan ceramah permintaan menteri BUMN yang lama, 184 CEO-nya saya berikan masalah resonansi kebangsaan dan juga bahaya-bahaya dan pencegahannya. Jadi ada treatment-treatment khusus ketika kita melihat ada anggota kita yang mungkin "agak lain". Artinya, yang sekarang kita kami bagaimana yang sudah ada dan bagaimana untuk rekrutmen ke depannya," jelas Suhardi.

BNPT sudah melakukan pemetaan terhadap semua pihak yang terjangkit paham radikal. Bahkan, dia menyebut ada jurnalis yang juga terjangkit paham radikal.

"Semua kita punya petanya, semuanya jangan bilang tidak ada. Emang tidak ada jurnalis (terpapar radikalisme)? Mau saya buka siapa yang suka besuk-besuk di tempat itu?" ujar Suhardi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement