Ahad 06 Oct 2019 23:32 WIB

Komunitas DIY Ajak Masyarakat Kreatif Membuat Hiasan Dekoratif

Komunitas Upload DIY Indonesia mengadakan workshop creative dalam membuat beberapa item dekoratif, khususnya wall decor.

Rep: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)/ Red: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)
Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com
Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

CEKNRICEK.COM -- Komunitas Upload DIY Indonesia mengadakan workshop creative dalam membuat beberapa item dekoratif, khususnya wall decor. Mereka memberikan pelatihan kepada para pengunjung dalam rangkaian pameran ICRA Exhibition 2019 di Hall A, JCC, Senayan, yang berakhir Minggu (6/10).  

Komunitas yang diikuti oleh sekitar 30ribu peserta yang tersebar di hampir seluruh Indonesia --Jabodetabek, Bandung, Jogja, Surabaya, Palembang, sampai Kalimantan-- itu ingin menularkan jiwa kreatif, sekaligus bisa menjadi wadah untuk mempublikasikan hasil kreatifitas dan bisa berperan aktif dalam kegiatan sosial.

Penggagas Komunitas Upload DIY, Baby Dinata, mengatakan komunitas tersebut memang bertujuan untuk membentuk masyarakat agar berjiwa kreatif, inovatif, solutif dan peka terhadap sosial juga cinta alam dengan mengelola barang bekas agar mengurangi limbah. 

“Kita sangat antusias sekali untuk bisa berpartisipasi pada acara ICRA 2019 ini, karena bisa menjadi wadah untuk kami menularkan kreatifitas. Dan harapan kami semoga masyarakat bisa mencintai hasil karya kreatif anak negeri,” katanya.  

Komunitas DIY Ajak Masyarakat Kreatif Membuat Hiasan Dekoratif
Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Baca Juga: ICRA 2019 Pamerkan Produk Kreatif Karya 200 Perajin

Pada workshop ini pengunjung diajarkan untuk membuat tapestry weaving yang biasanya dibuat sebagai hiasan pada dinding rumah. Salah satu anggota komunitas mengajarkan DIY (Do It Your Self) membuat tapestry weaving atau menenun dengan cara manual.  

“Sebenarnya yang namanya menenun sama seperti memasukkan benang pakan. Di seluruh dunia teknik menenun itu sama. Di sini kami ingin mengajarkan tapestry weaving dengan enam teknik yang berbeda, seperti tabbyryageometrical shape, eqyptian knot, soumak dan spanish lace,” ucap Ririe.  

Dia menilai, tapestry weaving merupakan tenun modern dengan menggunakan bahan cotton milk yang bukan bahan asli lokal untuk dijadikan pakaian, tapi digunakan sebagai dekoratif. 

“Di Indonesia itu tenun kan sudah sangat umum di semua daerah ada. Tapi tenun modern seperti ini belum banyak yang main. Ekspektasi kita di kota-kota besar bisa membuat tenun dengan versi lain,” tutupnya. 

BACA JUGA: Cek FASHION & BEAUTY,  Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement