REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kubu Bambang Soesatyo mengingatkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk tak menggunakan kekuasaannya untuk terpilih sebagai orang nomor satu di partai beringin. Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember mendatang, yang salah satu agendanya pemilihan ketua umum.
"Wajar juga kalau orang tidak mau memilihnya (Airlangga Hartarto) lagi, jangan otoritas ketua umum itu dijadikan alat intimidasi," ujar Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11).
Ia yakin, peta kekuatan calon Ketua Umum Partai Golkar seimbang. Khususnya untuk Airlangga Hartarto dan Bamsoet yang diklaim telah mengantongi ratusan suara.
Namun, ia mengaku tak senang kubu Airlangga memaksakan dilakukannya aklamasi dalam Munas Golkar. Sebab, menteri koordinator bidang perekonomian itu belum memenuhi syarat aklamasi.
Syarat aklamasi menurut AD/ART Partai Golkar, yakni hanya terdapat satu calon ketua umum dalam Munas Golkar nanti. Syarat kedua, para calon ketua umum melakukan musyawarah hingga mencapai kata mufakat.
"Buka ruang pemilihannya, kasih kebebasan para voter milih sesuai hati nuraninya, selesai. Sesederhana itu permintaannya, kalau Pak Airlangga menang ya sudah," ujar Andi.
Kendati demikian, ia mengaku tak mendukung Airlangga untuk menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Sebab, ia saat ini adalah seorang menteri yang diawasi kerjanya oleh Presiden Joko Widodo dan masyarakat.
"Kalau turun pertumbuhan ini semua serangnya ketum Golkar. Karena itu harus kita dorong sarankan dia untuk fokus, untuk berkorban lah untuk bangsa ini," ujar Andi.




