Ahad 10 Nov 2019 21:55 WIB

Hanandjoeddin Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Tokoh asal Belitung H.AS Hanandjoeddin kembali diusulkan jadi pahlawan nasional

Bandara H.A.S Hanandjoeddin
Foto: http://babel.kemenag.go.id
Bandara H.A.S Hanandjoeddin

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Tokoh pejuang asal Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H.AS Hanandjoeddin akan kembali diusulkan sebagai pahlawan nasional setelah tahun lalu belum disetujui oleh pemerintah pusat.

Anggota tim penelusur data perjuangan H.AS Hanadjoeddin sekaligus penulis buku Sang Elang, kisah perjuangan Hanadjoeddin di kancah revolusi perjuangan kemerdekaan, Haril Andersen mengatakan pengusulan tersebut akan dilakukan pada April tahun depan.

"Kami sedang melengkapi kekurangan data yang diminta oleh Pemerintah Pusat sehingga akan lebih siap dan pada April tahun 2020 akan diusulkan kembali," katanya di Tanjung Pandan, Ahad (10/11).

Menurut dia, adapun kegiatan yang dilakukan saat ini adalah melakukan napak tilas di daerah perjuangan H.AS Hanandjoeddin sehingga nantinya akan dibangun monumen perjuangan H.AS Hanandjoeddin.

"Kemarin juga sudah dilakukan koordinasi dengan TNI Angkatan Udara dan Korps Paskhas Lanud Abdurrahman Saleh nama yang bersangkutan akan digunakan sebagai nama jalan di sana," ujarnya.

Ia menambahkan, nama H.AS Hanandjoeddin juga akan diabadikan menjadi nama untuk balai prajurit di satuan Paskhas TNI AU Makassar.

"Secara administrasi sudah lengkap hanya tinggal penambahan data. Data itu ada dua poin yakni semasa beliau menjabat Bupati Belitung dan data perjuangan beliau semasa revolusi fisik atau pertempuran-pertempuran yang beliau ikuti," katanya.

Letkol Pas (Purn) H.AS. Hanandjoeddin lahir di Tanjung Tikar, Sungai Samak, Kabupaten Belitung pada 5 Agustus 1910 adalah tokoh militer Indonesia dan pernah menjabat sebagai Bupati Belitung periode 1967 - 1972.

Namanya kini diabadikan di Bandara Internasional H.AS. Hanandjoeddindan Pangkalan Komando TNI AU H.AS. Hananjoeddin diTanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement