Ahad 03 Nov 2019 13:55 WIB

Sungai Citarum Kini Dilengkapi Alat Deteksi Banjir

Dua alat deteksi banjir dipasang di Kedunggede dan Cibeet.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Nora Azizah
Sungai Citarum (Ilustrasi)
Foto: Republika/Edi Yusuf
Sungai Citarum (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mulai mengantisipasi potensi bencana banjir dari luapan sungai yang mengalir di sekitar wilayah Karawang. Mengantisipasi datangnya musim hujan tahun ini, BPBD Karawang memasang alat pendeteksi banjir di Sungai Citarum.

Kepala BPBD Kabupaten Karawang Asep Wahyu mengatakan pihaknya memasang alat yang disebut Early Warning System (EWS) di aliran Sungai Citarum. Ini menjadi pendeteksi dini dalam rangka siaga banjir menghadapi musim penghujan.

Baca Juga

“Sudah dipasang dua alat itu di aliran Sungai Citarum di Kedunggede dan di dekat Sungai Cibeet di aliran sungainya,” kata Asep kepada Republika, Ahad (3/11).

Asep menuturkan, pemasangan EWS ini memang untuk mengantisipasi sejak dini banjir luapan Sungai Citarum dan Cibeet. Dengan adanya alarm ini, maka pihaknya bisa segera melakukan upaya penanganan agar banjir dapat diminimalisir.

Menurutnya, banjir di Karawang kerap terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Aliran air ini datang dari wilayah hulu sungai dan perbatasan kabupaten di sekitar Karawang. Hal ini diperparah dengan sedimentasi sungai yang membuat air tidak bisa tertampung.

“Memang biasa banjir di pertemuan antara Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. Kalau sudah tidak tertampung karena debit air tinggi saat hujan ditambah kiriman air dari hulu dan perbatasan, banjirlah Karawang,” ujarnya.

Ia menyebutkan untuk pengadaan alat ini menggunakan anggaran sekitar Rp 140 juta. Pihaknya juga berencana memasang EWS di aliran sungai lainnya yang melewati Karawang. Diharapkan langkah ini bisa membantu mengatasi persoalan banjir. Di samping upaya lainnya yang juga dilakukan seperti pengangkatan sedimen di sungai dan saluran air.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut mengantisipasi bencana banjir sejak dini. Di antaranya membersihkan saluran air di sekitar rumahnya. “Warga juga jangan buang sampah sembarangan apalagi ke sungai!” tambahnya.

Sekretaris BPBD Karawang Supriatna menambahkan alat EWS yang dipasang tersebut Iangsung terkoneksi dengan alarm peringatan bencana di kantor BPBD. Sehingga penanganan siaga bencana bisa Iangsung ditangani oleh petugas.

“Pertama saat ini dipasang di Citarum. Kemudian untuk tahun 2020 akan dipasang di pertemuan Sungai Cibeet dan Cipamingkis juga diantara pertemuan Sungai Cilamaya dan Ciherang," tuturnya.

Ia menuturkan, alat ini akan bekerja memberikan alarm ke Kantor BPBD. Alat akan menunjukan warna siaga, jika memasuki warna kuning maka siaga 1, warna biru siaga 2 dan warna merah siaga 3.

Makin tinggi permukaan nanti, maka akan semakin nyaring bunyinya. Pemasangan EWS dilakukan dengan potensi banjir yang sangat unik di Karawang, Ianjut Supriatna kebanyakan banjir Karawang merupakan kiriman dari wilayah hulu yang berasal dari beberapa kabupaten perbatasan.

Sementara itu, dilihat dari situs BMKG, cuaca di sebagian Jawa Barat diprediksi hingga malam hari cuaca cerah berawan dan berpotensi hujan ringan di sejumlah wilayah. BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi  hujan yang dapat di sertai  petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor, Depok, Bandung, Garut, Sumedang, Purwakarta, Subang, Karawang Bekasi, antara siang hingga menjelang malam hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement