Jumat 01 Nov 2019 12:01 WIB

Kunjungan Wisman ke Indonesia Menurun

Pada September tercatat penurunan angka wisman ke Indonesia 10,1 persen.

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019). Pemerintah menetapkan empat prioritas destinasi wisata, salah satunya Borobudur di Magelang, untuk manggaet wisman demi meningkatkan devisa dari sektor pariwisata.
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019). Pemerintah menetapkan empat prioritas destinasi wisata, salah satunya Borobudur di Magelang, untuk manggaet wisman demi meningkatkan devisa dari sektor pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2019 mengalami penurunan sebesar 10,10 persen. Angkanya turun menjadi 1,4 juta kunjungan jika dibandingkan Agustus 2019 yang 1,5 juta kunjungan.

“Angkanya mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya, karena Juli-Agustus musimnya orang liburan, dan sekarang kembali harus masuk kerja. Sehingga bisa dipahami jumlah wisman September turun,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (1/11).

Baca Juga

Kecuk, sapaan akrabnya menyampaikan, penurunan kunjungan wisman terjadi di hampir seluruh pintu masuk. Terutama di pintu masuk Bandara Juanda, Surabaya, yang turun hingga 30,36 persen.

Dari 1,4 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia, wisman utama berasal dari Malaysia yang kontribusinya mencapai 17 persen, disusul China sebesar 12 persen, Singapura 11 persen, Australia 10 persen, dan Timor Leste7 persen.

“Jadi, dari lima negara ini share kunjungannya sudah mencapai 57 persen,” tukas Kecuk.

Dengan demikian, secara kumulatif pada periode Januari-September 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 12,27 juta kunjungan. atau naik 2,63 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 11,96 juta kunjungan.

Menurut Kecuk, pemerintahan yang baru memiliki tantangan untuk menarik jumlah kunjungan wisman lebih besar ke Indonesia, sehingga sesuai dengan apa yang ditargetkan.

“Kabinet yang baru sudah mengambil beberapa destinasi utama. Karena Indonesia ini banyak sekali yang menarik, baik dari pemandangan maupun sisi budaya. Mudah-mudahan terus naik dari waktu ke waktu,” tukas Kecuk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement