Selasa 29 Oct 2019 17:17 WIB

Kabut Asap di Sumatra Selatan Mulai Berkurang

Sebagian besar wilayah di provinsi tersebut diguyur hujan.

Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan Siak I dan III ketika kabut asap tipis kembali menyelimuti Pekanbaru, Riau, Rabu (16/10/2019).
Foto: Antara/Rony Muharrman
Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan Siak I dan III ketika kabut asap tipis kembali menyelimuti Pekanbaru, Riau, Rabu (16/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kabut asap di Sumatra Selatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan sejak sebulan terakhir, kini mulai berkurang. Sebagian besar wilayah di provinsi tersebut diguyur hujan pada Senin (28/10) malam.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang Bambang Benny Setiadjidi Palembang, Selasa (29/10) mengatakan adanya hujan yang turun di Sumsel ini diyakini membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Berdasar pantauan satelit Lapan pada 29 Oktober 2019, titik panas di Sumsel berkurang drastis sehingga terpantau hanya 29 titik di Kabupaten Ogan Komering Ilir, tiga titik di Banyuasin, dan satu titik di Penukal Abab Lematang Ilir.

Baca Juga

“Hujan sistem konvektif berskala meso dengan indikasi awan hujan yang memanjang lebih kurang 200 kilometer ini diyakini dapat memadamkan titik-titik panas karhutla dikarenakan hujan yang diakibatkan berlangsung lama,” katanya.

Secara regional, kata dia, adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan adanya penarikan massa udara ke wilayah tersebut. Sedangkan adanya Borneo Vorteks menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel.

Hal ini akan menyebabkan potensi hujan pada 28-30 Oktober 2019 di wilayah Sumsel dengan kriteria hujan sedang-lebat di wilayah Musi Rawas, Muratara, Lubuk Linggau, Empat Lawang, Pagar Alam, Muba, Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin dan Palembang dan hujan ringan di wilayah OKI, Ogan Ilir, dan OKU Timur.

Sedangkan secara lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal (awan konvektif dan orografis) akan tetap berpotensi terjadi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan dan berdataran tinggi. “Biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis (berbeda tiap tempat) dan berpotensi petir disertai angin kencang,” kata Bambang.

Sementara itu, walau sebagian wilayah Sumsel sudah turun hujan, namun Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tetap menggelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (29/10). Ratusan pegawai yang ada di lingkungan Pemprov Sumsel, TNI, Polri dan pejabat terkait lainnya turut serta dalam shalat itu.

“Walau semalam sudah hujan kita masih Shalat Istisqa. Kami ingin hujan ini berkesinambungan, artinya hujan yang membawa berkah,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement