Selasa 22 Oct 2019 19:33 WIB

Pengungsi Bencana Angin Kencang Kota Batu Mulai Dipulangkan

Kondisi terakhir di daerah terdampak angin kencang di Bumiaji sudah kondusif.

Ilustrasi.
Foto: Antara/Anis Efizudin
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BATU, JATIM -- Para pengungsi yang menjadi korban bencana angin kencang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, mulai dipulangkan pada Selasa (22/10). Saat ini situasi daerah terdampak angin sudah kondusif.-

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim di Batu, Selasa (22/10), mengatakan bahwa, keputusan untuk pemulangan para pengungsi tersebut diambil setelah kondisi terakhir di daerah terdampak angin kencang sudah kondusif.

"Telah dilakukan rapat koordinasi oleh kami dan instansi terkait, hasil koordinasi disepakati untuk melaksanakan pemulangan para pengungsi," kata Rochim.

Selain adanya rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di wilayah Kota Batu, kebanyakan para pengungsi juga meminta untuk segera dipulangkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi di Desa Sumber Brantas, sudah aman dan kondusif.

Berdasarkan informasi terakhir, jumlah pengungsi yang masih ada di posko pengungsian berjumlah 668 pengungsi, berasal dari tiga desa yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunung Sari, dan Desa Sumbergondo.

Dari total tersebut, para pengungsi terbagi di lima titik yakni rumah dinas Wali Kota Batu, Balai Desa Tulungrejo, Balai Desa Sidomulyo, Balai Desa Punten, dan Balai Desa Sumbergondo.

Rochim menambahkan, saat ini kondisi jalan raya sudah bersih dari material pohon tumbang, kondisi jaringan listrik sudah mulai pulih, termasuk jaringan komunikasi. Sementara kebutuhan air bersih juga sudah disiapkan.

"Diperkirakan besok kondisi jaringan listrik dan komunikasi pulih sepenuhnya. Tim kami sedang melakukan pendataan jumlah kerugian meterial dari dampak bencana angin kencang," kata Rochim.

Akibat angin kencang yang menerjang wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sejak Sabtu (19/10) tersebut, ribuan warga terpaksa harus diungsikan untuk alasan keselamatan.

Tercatat puncak jumlah pengungsi dari tiga desa tersebut mencapai 1.357 jiwa dan ditampung di tujuh posko pengungsian, dimana sebanyak 278 jiwa harus mendapatkan pelayanan kesehatan baik di posko pengungsian maupun rumah sakit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement