Kamis 10 Oct 2019 00:17 WIB

Penjual Sabu Jadi Saksi Mahkota di Persidangan Nunung

Komedian Nunung saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dua terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Tri Retno Prayudati atau Nunung (kedua kiri) dan suaminya July Jan Sambiran (kedua kiri) berjalan jelang sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Dua terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Tri Retno Prayudati atau Nunung (kedua kiri) dan suaminya July Jan Sambiran (kedua kiri) berjalan jelang sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Rabu (9/10), menghadirkan saksi mahkota dalam persidangan lanjutan kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa komedian Srimulat, Tri Retno Prayudati alias Nunung, dan suaminya July Jan Sambiran (JJ) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Satu saksi mahkota atas nama Hadi Moheryanto adalah penjual sabu-sabu dihadirkan bersama empat saksi lainnya, yakni empat anggota polisi dari Polda Metro Jaya.

Keempat polisi itu yang melakukan penangkapan terhadap Nunung dan suaminya. Sidang diawali dengan meminta keterangan empat saksi dari Kepolisian, yakni AKP Telly Areksi Putra, Aipda Komang Diana, Bripda Julius Fernando dan Amelia. Sementara, saksi mahkota diminta untuk keluar dari persidangan.

"Saksi mahkota silakan keluar dulu," kata majelis hakim saat persidangan.

Selanjutnya, hakim mempersilakan jaksa melakukan pemeriksaan terhadap keempat saksi penangkap. Keempatnya, dimintai keterangan soal penangkapan yang dilakukan terhadap Nunung dan suaminya.

Dari keterangan saksi polisi juga terungkap Nunung pernah membuang barang bukti narkoba sabu-sabu ke toilet di dalam kamarnya. Setelah jaksa meminta keterangan saksi, sidang sempat diskor selama 30 menit untuk ibadah Shalat Magrib.

Setelah jeda, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi mahkota Hadi Maheryanto yang menjual sabu-sabu kepada Nunung dan suaminya. Dalam keterangan saksi mahkota tersebut juga terungkap sudah lima kali transaksi. Hal itu dibenarkan oleh terdakwa Nunung dan suaminya.

Pada sidang sebelumnya, Nunung dan suaminya didakwa tiga pasal alternatif, yakni Pasal 112,114 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Nunung dan suaminya JJ ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di rumah mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 19 Juli 2019 sekitar pukul 13.15 WIB.

Keduanya ditangkap setelah melakukan transaksi sabu-sabu dengan tersangka HM. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, alat isap dan sabu-sabu sisa pakai seberat 0,36 gram.

Sebelum dilimpahkan ke pengadilan, Nunung dan suaminya telah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Rehabilitasi ini sesuai dengan rekomendasi hasil asesmen yang dikeluarkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta pada 30 Juli 2019.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement