Senin 23 Sep 2019 07:56 WIB

Kabut Asap, Pemkot Jambi Liburkan ASN yang Hamil

Pemkot Jambi melakukan pencegahan dampak kabut asap bagi kesehatan ibu hamil

Langit di wilayah Muaro Jambi berwarna merah.
Foto: foto istimewa
Langit di wilayah Muaro Jambi berwarna merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas udara di Kota Jambi masih berada dalam kategori berbahaya pada Senin (23/9). Hal itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil kebijakan untuk meliburkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang sedang dalam kondisi hamil.

Pemkot Jambi melakukan pencegahan dampak kabut asap bagi kesehatan ibu hamil yang bekerja pada instansi dan swasta. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan data AQMS Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, bahwa kecenderungan kualitas udara berada di atas baku mutu atau berada di atas batas tenggang yang diperbolehkan, berdasarkan Permen LHK nomor 12 Tahun 2010, dengan kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Baca Juga

Kebijakan pemerintah kota itu diambil dengan berpedoman pada maklumat Wali Kota Jambi nomor : 180/179 /HKU/2019, Tentang antisipasi dampak kabut asap. Serta Berdasarkan hasil koordinasi DLHD Kota Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi, terkait dampak udara terhadap kesehatan ibu hamil.

"ASN atau PTT ibu hamil di lingkup Pemerintah Kota Jambi diliburkan selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 September 2019," kata Juru Bicara Kota Jambi Abu Bakar.

Selain itu, kepada sektor swasta dalam kota itu juga diimbau memberikan dispensasi libur bagi karyawannya yang sedang dalam kondisi hamil, dengan masa libur yang sama. "Kebijakan ini akan disesuaikan seperlunya dengan memperhatikan kondisi udara sebagaimana amanat dalam Maklumat dimaksud," ujar Abu Bakar.

Sementara itu, berdasarkan rilis ISPU yang dikeluarkan oleh pemerintah kota itu, pada Minggu malam (22/9) nilai konsentrasi ISPU dengan parameter partikulat PM 2.5 berada dinilai 969, artinya kualitas udara kota itu berada dalam kategori berbahaya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement