Ahad 22 Sep 2019 23:48 WIB

Dua Daerah di Indramayu tak Diguyur Hujan Selama 5 Bulan

BMKG menyebut hampir semua daerah di Indramayu berpotensi alami kekeringan ekstrim

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petani berada di areal sawah miliknya yang kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Terisi, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/7/2019).
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Petani berada di areal sawah miliknya yang kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Terisi, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/7/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Musim kemarau panjang yang berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrim dengan status awas, masih melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu. Bahkan, ada dua wilayah yang tak pernah diguyur hujan sama sekali dalam lima bulan terakhir.

Adapun dua wilayah itu yakni, Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Kroya. "Kedua wilayah itu mengalami Hari Hujan Terpanjang (HTH) selama 156 hari,' ujar Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, Ahad (22/9).

Selain kedua wilayah di Kabupaten Indramayu, HTH Terpanjang juga terjadi wilayah Cilamayan Kulon, Kabupaten Karawang. Wilayah itu mengalami HTH selama 146 hari. Faiz mengungkapkan, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu berpotensi mengalami kekeringan ekstrim karena tidak hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari terakhir. Kondisi serupa juga terjadi di hampir seluruh kecamatan di Majalengka, Cirebon, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sumedang dan Sukabumi.

Faiz menambahkan, pada dasarian III September 2019, Provinsi Jawa Barat pada umumnya diprakirakan masuk dalam kategori curah hujan rendah. Untuk curah hujan 20 – 50 mm/das, berpeluang terjadi di sebagian besar Bogor, Sukabumi utara, Cianjur utara, Garut tengah dan Tasikmalaya tengah.

 

Menghadapi musim kemarau ini, Faiz mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya kekeringan akibat semakin berkurangnya ketersediaan air di sumber-sumber air dan krisis air bersih. Selain itu, harus pula mewaspadai meningkatnya potensi gagal panen dan kenaikan harga komoditas pertanian.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, menyatakan, pihaknya selalu siaga menghadapi kondisi kekurangan air bersih yang terjadi di masyarakat. Dia juga mengimbau desa-desa untuk mengajukan bantuan air bersih bilamana warganya mengalami krisis air bersih.

"Kalau ada permintaan, kami akan kirimkan air bersih melalui mobil-mobil tangki," tandas Edi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement